France, Champions du Monde

Bravo France! Champions du Monde!

Selamat buat negara Republik Perancis atas kemenangannya di World Cup 2018, Rusia. Ini adalah sebuah kemenangan yang luarbiasa bagi negara Perancis karena mengulang kembali sejarah 20 tahun yang lalu. Perancis berhasil merebut kembali kejayaan sepak bola dunia. Menjadi yang terbaik di muka bumi ini. Vive La France! Fiers d’etre Bleus!

Diatas itu semua, saya salut dengan rasa nasionalitas masyarakat Perancis…

Jutaan orang rela berkumpul di jalan-jalan kota Paris dari siang hingga malam untuk mengawal kemenangan team Perancis.

Orang-orang dari berbagai latar yang berbeda semua larut dalam kebersamaan dan kegembiraan. Hebatnya lagi, euforia kemenangan tidak menimbulkan kekacauan… Semua dapat berjalan tertib dan aman. Amazing!

Source: Google

Ada beberapa hal menarik dan positif yang bisa kita jadikan pelajaran dari kemenangan Perancis di piala dunia. Negara ini berhasil menbuktikan bahwa diversity, perbedaan dalam ikatan kebersamaan mampu menjadi sebuah kekuatan yang besar. Seperti kata pepatah; “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

Kekuatan team Perancis tidak bertumpu pada 1 atau 2 orang pemain, tetapi karena kerjasama yang baik, rasa saling percaya, saling menghargai, dan juga memiliki mental yang kuat hingga bisa bebas dari tekanan. Jika bicara teknik, sudah pasti semua negara memiliki kemampuan dan teknik yang hebat hingga bisa lolos mengikuti kejuaraan ini.

Mental juara inilah yang mengantar Perancis mengulangi kesuksesan menjadi juara dunia. Sekali lagi selamat!

CAFÉ LE SOLEIL D’OR, PARIS

Mendung membuat suasana kota ini terasa muram… Awan menggumpal di angkasa… Menggantung di langit-langit seakan enggan beranjak pergi…

Aku menghela napas sambil menatap langit yang kelabu… Sedikit menyesal karena datang terlalu sore dan akhirnya terperangkap dalam cuaca tak menentu…

Dengan perasaan bimbang aku mencoba menenangkan diri dengan membuka sebuah buku. Membolak balik halamannya tanpa membaca satu kalimat pun… Entah kenapa bayangan wajahmu justru muncul di setiap halaman yang kubuka. Aku buru-buru menutup buku dan segera menyimpannya kembali ke dalam tas.

Tas kenangan pemberianmu…

Ingin rasanya kulempar tas ini ke dasar sungai Seine. Tapi besarnya rasa cintaku membuatku mengurungkan niat tersebut… Rasanya benci merindukanmu seperti ini…

Aku menarik napas panjang, lalu menghembuskannya pelan-pelan… Memberi sugesti pada diriku sendiri agar tetap tenang hingga akhirnya rasa kesalku mulai mereda… Menyingkirkan energi negatif sesegera mungkin sebelum ia menguasaiku… Rasa kesal yang berlarut akan merusak hari yang seharusnya indah bukan?

Aku meneguk kopiku perlahan…

Menikmati rasa hangat yang menjalar di seluruh tubuhku… Memandang sungai Seine dari kejauhan. Aliran airnya seperti ikut menghanyutkan perasaanku… Pergi dan hilang entah kemana…

Semua berawal dari keteledoran dalam mengatur waktu hingga membuatku harus rela kembali lagi keesokan paginya untuk mengambil ulang beberapa foto yang gagal. Artinya, aku juga harus mengorbankan rencana yang lain untuk project ini. Terperangkap dua kali di tempat yang sama berturut-turut tentu bukan hal yang menyenangkan. Walaupun nanti hasil fotonya mungkin akan terlihat menakjubkan. Wow! Indah yaa pemandangannya…

Begitulah. Orang-orang hanya melihat hasil akhirnya, tanpa tahu cerita dan usaha di balik semuanya. Ini sering terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Manusia… Pikiranku pun melayang dalam temaram senja…

Manusia memang topik yang menarik dan tak akan ada habisnya dibahas di dunia ini. Manusia-manusia yang terus dipaksakan bergerak maju sesuai jamannya dengan beragam pola pikir yang saling bertabrakan. Sadar atau tidak disadari. Primitif, kuno, tradisional, modern, millenial, dan berbagai label lainnya disematkan pada pemiliknya. Didorong maju agar sesuai dengan beragam kepentingan dan industri. Industri? Ya, mereka yang primitif tentu tak peduli dengan teknologi, dan jika tak peduli siapa nanti yang akan menggunakan teknologi, dan lain sebagainya. Kira-kira begitu pemikiran sederhananya.

Jaman yang serba instant akhirnya berimbas pada pemikiran sebagian orang yang menjadi dangkal. Gagap teknologi… Kurangnya wawasan, kurang pengalaman, tidak suka belajar dan membaca, lalu dihadapkan pada kenyataan yang berbeda-beda. Kaget! Marah! Lalu ribut-ribut menghakimi. Reaksi seperti itu yang kini banyak ditemui di berbagai lini masyarakat.

Aku pikir pemicunya bukan hanya stress dan sifat yang berkaitan dengan karakter manusia saja. Tetapi ketidaksiapan dalam menghadapi teknologi yang berakibat pada kemudahan melontarkan tanggapan tanpa menggunakan pemikiran yang matang berlandaskan pada wawasan dan pengetahuan.

Sebagian lagi ada yang memiliki wawasan dan pendidikan baik tapi nyatanya minim attitude dan seorang pragmatis. Ingin serba mudah dan berpikir pendek. Karakter seperti ini pun banyak terdapat dalam masyarakat saat ini. Terjadi kesenjangan antara pola pikir dan teknologi hingga akhirnya muncul manusia-manusia tanpa karakter yang kuat, dan tidak berani memiliki sikap sendiri. Terombang ambing tanpa jati diri dan hanya mengikuti konsensus kelompok. Mereka merasa begitu terikat dan tergantung dengan kelompok serta tidak berani berdiri sendiri.

Pada dasarnya hampir semua manusia menyadari bahwa apa yang tampak baik dan indah di permukaan tidak terjadi begitu saja. Ada usaha di baliknya yang sulit diakui oleh orang-orang yang tidak dapat mencapai hal tersebut. Hal yang dapat mereka lakukan hanya dengan melampiaskannya melalui sifat iri dengki lewat kalimat atau kata-kata umpatan yang tidak baik, yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Hal ini justru menunjukkan betapa rendah attitude dan manner yang mereka miliki.

Sedang bagi orang-orang yang memiliki karakter baik tentu dapat menghargai dan mengapresiasi sesuatu secara positif, dan jika pun dianggap tidak sesuai akan didiskusikan dengan cara yang santun dan bermartabat, baik di ruang publik ataupun secara pribadi.

Hujan mulai turun di kota Paris…

Aku kembali meneguk kopiku sambil memandang titik-titik air yang membasahi kota Paris. Sejak dulu aku begitu menyukai suasana di cafe ini. Sangat romantis dengan pemandangan indah yang memanjakan mata… Desain klasik khas Perancis mendominasi interior ruangan. Makanannya simple, ciri khas café Parisian yang memang tak menyajikan makanan berat.

Lamat-lamat kudengar suara piano memainkan Thisth Coeur dari Richard Clayderman kegemaranku…

Aku memejamkan mata…

Bayanganmu muncul kembali…

Teringat genggaman erat tanganmu yang tak ingin kulepaskan selamanya…

Daftar Negara dan Ibukota di Eropa

Berikut ini adalah daftar negara beserta ibukotanya untuk panduan jika anda ingin traveling ke Eropa. Semoga bermanfaat ya!

EROPA UTARA

Denmark – Copenhagen

Estonia – Tallinn

Kepulauan Faroe – Torshavn

Finlandia – Helsinki

Islandia – Reykjavik

Republik Irlandia – Dublin

Latvia – Riga

Lithuania – Vilnius

Norwegia – Oslo

Swedia – Stockholm

Inggris – London

EROPA BARAT

Austria – Vienna / Wina

Belgia – Brussels

Perancis – Paris

Jerman – Berlin

Liechtenstein – Vaduz

Luxembourg – Luxembourg

Monaco – Monaco

Belanda – Amsterdam

Swiss – Bern

EROPA SELATAN

Albania – Tirana

Andorra – Andorra la Valle

Bosnia & Herzegovina – Sarajevo

Croasia – Zagreb

Gibraltar – Gibraltar

Yunani – Athens / Athena

Italia – Roma

Republik Macedonia – Skopje

Malta – Valletta

Montenegro – Podgorica

Portugal – Lisbon

San Marino – San Marino

Serbia – Belgrad

Slovenia – Ljubijana

Spanyol – Madrid

Vatikan City – Vatican City

EROPA TIMUR

Belarusia – Minsk

Bulgaria – Sofia

Republik Ceko – Praha / Prague

Hungaria – Budapest

Polandia – Warsawa

Moldova – Chisinau

Romania – Bucharest

Rusia – Moscow

Slovakia – Bratislava

Ukraina – Kiev

EROPA DI PERBATASAN ASIA

Turki – Ankara

Georgia – Tbilisi

Kazakhstan – Astana

Siprus – Nicosia

Azerbaijan – Baku

Armenia – Yerevan.

VALENCIA, KOTA DI SPANYOL YANG MENAKJUBKAN

Berada di Spanyol rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Valencia. Kota cantik dengan bangunan-bangunan bersejarah dan kontemporer yang berada dalam satu tempat. Valencia juga menjadi destinasi favorit para pecinta arsitektur. Di kota ini pula salah satu universitas arsitektur terkenal bernaung.

Sejak lama saya memendam keinginan besar mengunjungi tempat ini. Kesempatan datang ketika saya sedang berada di Barcelona. Segera saya mencari berbagai informasi dan transportasi menuju Valencia. Ternyata jarak Barcelona ke Valencia tidak terlalu jauh, dapat ditempuh 3 jam dengan kereta. Jadi saya memutuskan untuk berangkat pagi agar dapat kembali ke Barcelona lagi sore harinya.

Saya memang tidak berniat menginap karena memikirkan ribetnya packing koper bolak balik, sementara perjalanan liburan saya masih panjang ke berbagai kota lainnya di Eropa.

Akhirnya saya berangkat ke Valencia jam 8 pagi dan tiba jam 11 siang disana. Cuaca sangat panas di bulan Juli, matahari bersinar sangat terik. Saya agak menyesal tidak membawa topi yang lebar sehingga rasanya wajah seperti terbakar dan memerah seketika.

Saran saya jangan lupa untuk selalu membawa topi saat berlibur di segala cuaca. Topi berfungsi menghindari paparan sinar matahari di musim panas, menahan angin yang kadang tidak bersahabat di musim semi dan musim gugur, juga menahan dingin yang terkadang bikin telinga tidak nyaman di musim dingin.

Stasiun Kereta di Valencia, Spanyol

Dari stasiun kereta saya langsung mencari taksi dan segera menuju ke Oceanografic. Sebuah oceanarium terbesar di Eropa dengan taman dan kolam di sekelilingnya. Sungguh menakjubkan! Dream come true! Benar-benar sebuah impian yang menjadi kenyataan… Rasanya senang sekali! Akhirnya saya bisa berada di tempat yang sudah sangat lama saya idamkan…

Saya memandang dengan kagum bangunan yang berada di depan mata. Warna biru metalik melapisi seluruh kubah bangunan yang berdesain kontemporer. Cahayanya gemerlapan ditimpa sinar matahari. Berkilat dengan sangat indah… Rasanya enggan berkedip melihat pantulan cahaya yang menari-nari dibawah langit biru.

Saking antusiasnya, antrian panjang selama setengah jam nyaris tak terasa. Dengan tiket seharga €25 pengunjung dapat mengunjungi 12 bangunan di oceanarium serta menonton berbagai atraksi yang berada diatas area seluas 1 hektar lebih. Disini kita dapat melihat lebih dari 500 jenis ikan yang berbeda, film dokumentar tentang dunia bawah laut, restaurant dalam kolam raksasa, dan tentu saja toko-toko menarik yang menjual berbagai cinderamata sebagai kenang-kenangan. Benar-benar puas deh!

Oiya, tak perlu khawatir karena nanti pengunjung akan diberi buku kecil dan map yang berisi panduan dan informasi detail tentang Oceanografi. Kita tinggal memilih bahasa yang dikuasai, lalu mengikuti petunjuk yang ada di dalam buku tersebut. Berada disini sangat menyenangkan dan merupakan sebuah pengalaman berharga yang tak akan terlupakan…

Oceanografic dari ketinggian. Source: Google

Dari Oceanografic saya menuju ke Ciudad de las Artes y las Ciencias yang berada tak jauh dari sana. Sebuah bangunan yang tak kalah spektakuler! Bentuknya mirip seekor ikan besar yang sedang mengambang di tengah sungai Turia. Bangunan futuristik di area sepanjang 2 kilometer ini didesain oleh arsitek Santiago Calatrava dan Félix Candela. Detailnya sangat rumit dan canggih. Selain itu, jika difoto dari sudut mana pun akan tetap terlihat artistik. Mahakarya yang luarbiasa ini diciptakan sebagai tempat pameran seni, budaya, sains dan karya ilmiah.

Ciudad de las Artes y las Ciencias

Ciudad de las Artes y las Ciencias

Ciudad de las Artes y las Ciencias

L’Agore (Concert Hall) di area Ciudad de las Artes y las Ciencias

Beberapa bangunan berdesain futuristik lainnya yang juga merupakan bagian dari Ciudad de las Artes y las Ciencias adalah Palacio de las Artes Reina Sofía (opera house), L’Àgora, Príncipe Felipe Science Museum, Hemisfèric IMAX Cinema, L’Umbracle, dan Oceanogràfic Aquarium yang juga menjadi salah satu bagian dari kompleks tersebut.

Secara keseluruhan jika dilihat dari ketinggian tampak bagai jejeran ikan-ikan raksasa yang berada di sungai Turia. Seperti tidak nyata tapi nyata di depan mata. Fantastis!

Pemandangan Ciudad de las Artes y las Ciencias dari ketinggian. Source: Google

Selama perjalanan dari Oceanografic saya diantar oleh seorang supir taksi yang sangat baik hati. Dengan sabar ia menunjukkan berbagai bangunan indah, dan toko souvenirs tempat membeli oleh-oleh. Bahkan ia juga mengantar dan menunggui saya berbelanja baju bola dan pernak perniknya ke toko Valencia CF.

Valencia CF

Cafe cantik di Valencia

Estacio Del Nord

Gereja Tua di Valencia

Valencia

Awalnya saya memang bertanya apa dia mau menunggui saya karena barang souvenirs saya cukup banyak jika harus berganti-ganti taksi, atau jika keberatan boleh meninggalkan saya. Untungnya beliau mau, dan dengan baiknya mengantar ke tempat-tempat yang saya inginkan. Turun naik dari taksi sekedar untuk berfoto dan berbelanja. Sebagai ungkapan terimakasih saya pun memberi tips atas kebaikan hatinya tersebut. Beliau gembira, saya pun bahagia.

Terus terang saya menyesal hanya sehari berada di Valencia, dan bertekad suatu hari nanti akan kembali bersama anak-anak untuk menyaksikan berbagai tempat menakjubkan di Valencia. Tentunya tidak terburu-buru karena masih akan menuntaskan terlebih dahulu berbagai kota lain yang sudah masuk dalam rencana saya.

Bagi yang ingin berkunjung ke Spanyol, kota Valencia wajib masuk dalam daftar rencana anda. Dijamin tidak menyesal datang kesini dan pasti ingin kembali lagi!