MASYARAKAT YANG MUDAH MARAH

Saat ini, setiap hari dari pagi sampai malam di tv, di koran isinya berita kekerasan dan kekerasan lagi. Marah dan stress begitulah masyarakat kita saat ini.

Umumnya, kegiatan kita setelah tiba dirumah yang harusnya bisa santai dan happy jadi marah dan stress setelah menonton tv dan baca berita yang sungguh memilukan…

Mau dengerin musik, alamaakkk… lagu-lagunya pada melo jadi tambah galau dehh… Makin sensiii… Iya nggak ??

Bukannya tidak peduli, tapi seberat apapun masalah, pikiran harus tetap tenang dan sehat. Jadi kita juga bisa menyelesaikan masalah dengan cara damai, tenang dan mendahulukan akal sehat.

Sekedar berbagi saja ya teman-teman…

Bulan Juli Agustus tahun lalu saya ke Shanghai, China.

Disana masyarakatnya tidak berbeda jauh dengan kita, bekerja keras dan gajinya kecil. Tapi yang membuat saya heran, mereka terlihat bahagia dan tidak mudah marah apalagi stress.

Saya berpikir, mungkin ini ada hubungannya dengan gaya hidup masyarakat disana. Menurut seorang teman yang telah tinggal selama 11 tahun di Shanghai, mereka bekerja dari pagi sampai sore, istirahat lalu malamnya mereka berkumpul di taman-taman yang jumlahnya banyak sekali. Disana laki-laki, perempuan, remaja dan anak-anak kecil bersuka ria. Para orangtua dan remaja melakukan senam diiringi irama musik yang ceria dan berdentam keras, anak-anak dengan teman-temannya bermain sepatu roda dan permainan lainnya.

Ini mereka lakukan setiap malam lho… Disetiap apartemen dan perumahan ada area berkumpul dan tamannya, bahkan di halaman mal pun kalau malam dijadikan area kumpul-kumpul dan senam. Itu belum termasuk jumlah taman publik yang nyaris di setiap 1 km juga ada. Dimana-mana !! Kalau maghrib tiba semua pada keluar rumah dan senam ! Haduuhhh…

Oiya ibu-ibu hamil dan punya anak kecil juga datang sambil dorong kereta bayinya, biasanya ibu-ibu yang ini ngerumpi sambil menemani suaminya yang asyik bersenam.

Disana panti pijat dan SPA juga tersebar banyak sekali. Dari panti pijat beneran sampai panti pijat bo’ongan (please, kalau yang ini enggak banget deh !!)

Buat yang lagi malas senam bisa masuk kesini dan dipijit sampai capai dan stress hilang.
Beberapa hal yang bisa saya ambil hikmahnya adalah :
1. Setelah seharian sibuk bekerja, setelah itu berkumpul dengan tetangga dan bersenam bersama, membuat pikiran plong, emosi dan stress hilang tersalurkan dengan olahraga senam yang bikin happy.

Bonusnya badan sehat dan langsing, jauh dari aneka penyakit.
2. Komunitas di setiap area perumahan/apartemen menjadi akrab. Saling mengenal sama lain. Rasa peduli jadi besar, saling menjaga satu sama lain, bersosialisasi dengan baik dan semakin kompak warganya.
3. Bisa meminimalisir kejahatan yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Walaupun keamanan ada di setiap perumahan/apartemen tapi kuatnya ikatan komunitas ini bisa saling membantu bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Shanghai merupakan satu dari kota teraman di dunia. Tingkat kejahatan disana sangat rendah, ibaratnya anda bisa berjalan kaki sendirian jam tiga malam tanpa gangguan apapun.
4. Murah meriah tidak pakai biaya karena instruktur senamnya gantian diantara mereka dan tujuan utamanya adalah berkumpul, sehat dan bahagia bersama. Kita yang lewat disana pun kalau ingin gabung boleh-boleh saja, siapapun boleh ikutan.
5. Masyarakat kota Shanghai suka makan diluar. Sambil olahraga mereka juga makan diluar rumah dan banyak makanan enak dan murah tersebar dimana-mana.
Apa yang saya tulis diatas adalah beberapa hal positif yang saya temui. Hal negatif juga pasti ada, tapi saya pikir lebih baik fokus pada hal yang positif daripada rumpi dan su’uzon. Toh setiap tempat pasti ada kekurangan dan kelebihannya.
Saya membayangkan, seandainya di lingkungan tempat tinggal atau di kampus kita bisa melakukan hal yang sama, pasti menyenangkan.

Di lingkungan perumahan/ apartemen, kadang tetangga sebelah aja kita ngga kenal siapa. Walaupun ada fasilitas olahraga tapi berkesan formal dan jauh dari suasana akrab dan kekeluargaan diantara warganya. Bertegur sapa hanya seperlunya dan sekedar basa basi saja. Sekalinya emosi, meledak deehhh…. Marah… Marahh…

Mending senam deh…

Yuuukkk aahhh…..

Published by

Riana Rara Kalsum

Created by Riana Rara Kalsum. Riana Rara Kalsum has a great passion for traveling, cafés, and lifestyle. She loves writing and reading. Here, you will find her travel and authenthic café experiences along with beautiful photos and inspirations. Email: travelcafediary@gmail.com