TIPS MENGHINDARI TINDAKAN KRIMINAL SAAT TRAVELING

Tips ini saya tulis karena pernah punya pengalaman tidak menyenangkan selama traveling. Dari ditipu, kemalingan hingga tindakan kriminal lain yang harus melewaati proses hukum. Kejadian yang paling sering dialami oleh traveler adalah kemalingan. Tentunya menyebalkan sekali… Apalagi jika bepergian sendiri kemudian tas beserta dompet, paspor dan barang-barang penting lainnya hilang dalam perjalanan. Dunia rasanya mau kiamat!

Dulu waktu masih kuliah di Paris, saya pernah mengalami kemalingan saat traveling ke London, UK. Dari uang sampai CC hilang semua… Padahal semuanya berada dalam tas pinggang yang sedang saya gunakan. Akhirnya saya menelepon orangtua minta dikirimi biaya. Itu pun butuh waktu dan prosesnya cukup merepotkan karena jaman dulu teknologi belum secanggih sekarang… Belum ada ponsel dan tidak bisa online lewat internet. Akhirnya orangtua mengirimi ke rekening di Paris, sementara saya masih berada di London. Untungnya saat itu hotel sudah dibayar duluan, dan tiket untuk kembali masih ada karena saya sudah beli satu paket tiket PP dan hotel di sebuah travel di Paris. Bagaimanapun saat itu saya bersyukur masih punya tiket kembali. 

Kalau tidak punya pengalaman langsung kena tipu muslihat dan kemalingan, mungkin saya tidak bisa menulis ini. Rasanya sampai bosan berkali-kali dimalingi, dan selalu ada trik baru dari maling-maling tersebut… Malingnya pun beraneka model, dari yang profesional, newbie, sampai yang pakai modus lewat bujuk rayu dan janji-janji hehehee… Yaa mungkin namanya juga usaha…

Jadi sekarang saya punya penangkal yang cukup jitu. Lumayan berhasil tidak pernah kecurian dompet lagi…
Saya akan memberi tahu tipsnya supaya tidak kemalingan saat traveling. Tips ini jika traveling sendirian bisa membantu menghindari tangan-tangan nakal sang pencuri. Ngga lucu dong misalnya lagi sendiri traveling di Kasovo yang jauh dari manapun tiba-tiba dompet beserta isi-isinya lenyap tak bersisa… Wah gawat!

Saat traveling saya selalu membawa minimal 2 dompet. Dompet yang paling bagus, isinya paling sedikit. Saya meletakkan uang secukupnya saja. Lalu saya punya dompet rahasia yang bentuknya nggak menarik untuk meletakkan segala macam kartu dan uang cadangan saya. Masih ada dompet ketiga untuk paspor dan cadangan uang lainnya. Kalau melihat dompet ketiga pasti malingnya ilfil duluan mau ngambil hahahaa… 

Jadi intinya semua dibuat terpisah biar ngga sedih-sedih amat kalau seandainya mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

Pelajaran yang bisa diambil adalah:

1. Jangan Menyimpan Uang Disatu Tempat
2. Fotocopy Paspor dan Surat-Surat Penting
3. Jangan Kelihatan Lugu sehingga memancing orang untuk menipu anda.
4. Waspada dan tetap jaga jarak dengan orang lain di keramaian. Jika tidak memungkinkan awasi terus tas, atau tas pinggang yang anda.

Terkadang ada orang yang pura-pura mendatangi, dan dengan manisnya menawari bantuan. Misalnya memotret kita, lalu mengikuti dan melancarkan serangan gombal. Tipe seperti ini juga harus diwaspadai.
Di Maroko, ada yang menawarkan memotret, lalu seakan secara suka rela menjadi guide, ujung-ujungnya memaksa minta duit. Jadi kalau tidak ingin tertipu, harus waspada dan bersikap tegas sejak awal. Lebih baik katakan; “Tidak, Terimakasih!” lalu tinggalkan.

Kenapa tetap harus mengatakan “Terimakasih” diakhir kalimat? Karena bagaimana pun mereka sudah berusaha menawarkan bantuan.

Dan mereka juga “Bekerja Secara Berkelompok”. Cara ini mirip dengan yang dilakukan oleh sekelompok imigran yang berada di sekitar Menara Eiffel Paris. Jadi saran saya, cara menolak yang sopan tetap harus digunakan untuk mencegah temannya yang lain mengganggu anda.

Jika tidak mau berurusan sama sekali, gelengkan saja kepala tanda tidak mengerti maksudnya, atau katakan tidak mengerti bahasanya (menggunakan bahasa Indonesia), lalu segera tinggalkan tempat tersebut.

Cara ini pernah saya praktekkan dan berhasil lolos dari penjual barang palsu ilegal di sekitar tempat wisata yang memaksa-maksa membeli dagangannya.

Baju sexy asal…

Di Barat memakai pakaian dengan model apa saja tidak akan dipelototi orang, begitu juga jika menggunakan pakaian dengan model yang seksi. Berbeda dengan disini yang memakai pakaian seksi kesannya menggoda dan dipelototin orang, bahkan terkadang disuitin jika berpakaian yang mencolok mata di muka umum.
Saya hampir tidak pernah melihat orang digoda hanya karena pakaiannya saat berada di luar negri. Biasanya yang memancing godaan itu dari body langue dan attitudenya.

Bodylangue sudah oke, attitude juga baik, tapi masih digodain? Berarti anda bertemu dengan orang yang tidak baik, dan saatnya harus menyalakan alarm kewaspadaan.
Bukan tidak mungkin saat anda lengah, “teman-temannya” yang lain akan mengerjai anda. Mencuri barang-barang disaat anda terperangkap pembicaraan gombal penuh basa basi. Pencurian secara berkelompok menggunakan berbagai trik ini banyak terjadi dimana-mana. Biasanya, mereka mulai mengawasi dari ujung jalan. Kemudian melalui sarana telepon memberi kode pada teman-temanya yang berada di tengah dan ujung jalan yang dilalui oleh target. Yang harus dilakukan jika anda merasa diintai adalah memutar, atau tidak melalui jalan yang umum. Usahakan selalu berjalan di dekat keramaian dengan tetap menjaga jarak aman. Kalau anda merasa tidak nyaman, lebih baik dibatalkan saja dan mengganti tujuan ke objek wisata lain.

Serapat apapun pakaian yang dipakai, segalak apapun muka, tetap tidak menjamin akan terhindar dari tindakan kriminal, misalnya perkosaan jika berjalan sendirian di daerah berbahaya. Untuk itu hindari berjalan sendirian di daerah yang rawan dan sepi terutama pada malam hari.
Jika terpaksa harus melewati daerah yang rawan kriminal, usahakan bergabung atau berada dekat rombongan yang ramai.
Tetapi adakalanya kita tidak tahu bahwa daerah tersebut rawan kriminal dan sudah terlanjur berada sendirian disana pada malam hari. Maka seandainya bertemu dengan orang yang bermaksud jahat, anda harus segera berjalan cepat ke arah keramaian tanpa berbicara, atau jika sangat terdesak jawab dengan tegas orang yang berniat jahat pada anda.

Kejadian terakhir yang saya alami di Prague, Czech akhir Desember tahun 2015 (saya sudah pernah menuliskan ini di tulisan sebelumnya). Ketika itu saya terburu-buru karena hari sudah malam. Saya memberhentikan taxi tidak pada tempatnya, karena seharusnya mengambil di tempat parkir khusus taxi. Akibatnya saya dirampok secara paksa menyerahkan seluruh mata uang Czech, setelah itu diturunkan di tempat sepi. Kebayang dong winter dinginnya seperti apa jam 12 malam, pakai sepatu boot hak tinggi pula… Akhirnya saya mencari stasiun kereta terdekat untuk mengambil uang lewat mesin ATM, kemudian jalan kaki menuju hotel karena tidak berani lagi naik taxi malam-malam. Saat itu saya tidak naik kereta karena tidak mengerti rutenya, dan suasana stasiun sudah sangat sepi. Pilihan berjalan kaki karena di jalan raya masih ramai, cafe dan restaurant masih pada buka. Bahkan saya sempat mampir untuk minum kopi untuk menghilangkan shock atas kejadian yang baru berlangsung.

Tips Untuk Menghindari Tindakan Kriminal

1. Selalu hati-hati dan waspada

2. Menjaga dan memperhatikan tas serta dompet yang dibawa

3. Reflek dan sensitif terhadap keadaan sekitar.
4. Percaya diri dan bersikap tenang
5. Harus tegas
6. Hindari tempat sepi dan tempat gelap
 pada malam hari
7. Hindari tempat yang terlalu ramai
8. Berjalanlah disamping kerumunan, dengan berjalan terpisah jika terjadi sesuatu mudah terlihat oleh yang lain.
9. Tidak perlu meladeni percakapan orang yang mencurigakan.
10. Jika mencari taxi harus di tempat khusus taxi. Jangan mengambil taxi di jalan, atau taxi yang parkir terpisah dari taxi lainnya. Taxi liar biasanya tanpa argo, dan mereka akan memalak dengan harga berkali lipat.
11. Gunakan 1 item berwarna terang pada malam hari, terutama jika anda traveling sendirian. Misalnya syal, tas, asesoris, dsbnya. Warna terang menarik perhatian sehingga pelaku kriminal berpikir 2 kali sebelum melakukan aksinya.

Dengan berbagi pengalaman dan tips, semoga pembaca yang membaca tulisan ini tidak mengalami nasib tragis kemalingan, termasuk kemalingan hati… Uupps! Dan tentunya bisa lebih hati-hati lagi untuk menghindari tindakan kriminal selama traveling. 

Published by

Riana Rara Kalsum

Created by Riana Rara Kalsum. Riana Rara Kalsum has a great passion for traveling, cafés, and lifestyle. She loves writing and reading. Here, you will find her travel and authenthic café experiences along with beautiful photos and inspirations. Email: rianapamuncak@gmail.com