A Little Story of My Life (Bagian 1 – Verdict)

“Apa yang anda pikirkan jika divonis dokter akan lumpuh dan cacat seumur hidup?”

Rumah Sakit Pondok Indah 2003. Saya duduk di kursi roda, tak sanggup lagi melangkah, apalagi berjalan jauh… Dokter mengatakan, jika tidak operasi saat itu juga maka kaki saya akan lumpuh dan cacat seumur hidup. Operasi juga tidak menjamin saya dapat berjalan kembali, hanya mukjizat Tuhan yang dapat menolong saya. Kabar ini begitu tiba-tiba… Vonis datang begitu cepat di hari yang sama saat saya melakukan check up. Selama ini saya merasa hanya pegal-pegal di bagian kaki saja hingga lama-kelamaan jadi sulit digerakkan. Ternyata ada masalah dengan tulang di bagian punggung.

Kaget, seketika airmata saya bercucuran dan tak berani membayangkan masa depan di atas kursi roda. Pilihannya hanya satu, harus segera mengambil keputusan, apapun resiko setelahnya. Kemudian saya dan keluarga sepakat menunda sehari untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Dalam keadaan tak bisa berjalan dan berada di atas kursi roda adalah saat yang sangat menyedihkan… Disitu saya berpikir bahwa uang dan segalanya tidak berarti apa-apa jika kita tidak bisa menikmatinya. Saya berjanji, jika sembuh dan bisa berjalan kembali, saya akan pergi kemana pun saya ingin… Mengunjungi tempat-tempat terindah di dunia ini…

Keesokan harinya, sekitar jam 6 sore saya masuk kamar operasi untuk operasi besar di bagian punggung dan memotong sebagian tulangnya. Operasi menggunakan teknologi canggih tersebut berlangsung cukup lama dan menyisakan jahitan di punggung bagian belakang. Saya yakin semua akan baik-baik saja karena seluruh rangkaian operasi dipantau langsung lewat komputer, termasuk ketika bagian punggung dibedah menggunakan alat yang mirip semacam bor agar tidak terlalu besar jahitan di bagian punggung.

Saya tersadar jam 3 pagi dengan kaki yang masih kaku. Dokter mengatakan selama 3 bulan saya harus bed rest dan menggunakan korset besi untuk menyatukan kembali tulang bagian punggung tersebut.

Hal yang paling membahagiakan adalah ketika saya dapat menggerakkan jari-jari kaki saya. Artinya, operasi berhasil dan saya akan dapat berjalan kembali… Betul-betul bahagia! Tuhan sangat baik pada saya… Sejak itu, setiap ada kesempatan saya pergi kemana pun saya suka… Hidup hanya sekali, harus dinikmati dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya…

Tak terbayangkan jika dulu kaki saya lumpuh dan cacat selamanya… Walaupun mampu, tapi tak dapat pergi kemana pun, bukan?

Pelajaran moralnya adalah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, atau bahkan dalam hitungan detik ke depan. Begitu pula saya yang biasanya aktif, tiba-tiba tidak bisa berjalan, dan divonis akan lumpuh seumur hidup. Dunia rasanya seperti kiamat jika saja itu terjadi… Banyak yang belum saya lakukan, banyak penyesalan belum pergi kesana kemari…

Jika hari ini kita sehat, bersyukurlah dan jaga kesehatan itu baik-baik… Orang yang belum mengalami terkadang tidak fokus pada dirinya sendiri, dan justru sibuk nyinyir mengurus hidup orang lain yang tidak ada manfaat bagi dirinya. Sebelum menyesal, jaga kesehatan, nikmati hidup ini, keep positive and you’ll be happy!

Published by

Riana Rara Kalsum

Created by Riana Rara Kalsum. Riana Rara Kalsum has a great passion for traveling, cafés, and lifestyle. She loves writing and reading. Here, you will find her travel and authenthic café experiences along with beautiful photos and inspirations. Email: travelcafediary@gmail.com