KOPI SOLOK ASNEL CAP GELAS TANGKAI

Hello coffee lovers! Kemaren saya mendapat oleh-oleh kopi tradisional dari Solok, Sumatera Barat. Kopi Asnel cap Gelas Tangkai merupakan biji kopi robusta murni pilihan yang diproses secara tradisional. Tempatnya sudah berdiri puluhan tahun hingga pemiliknya pun sudah turun temurun.

Aroma yang keluar dari kopi dengan medium roasted ini sangat khas dan harum. Flavornya pun memiliki keunikan seperti kopi Sumatera Barat lainnya yang terkenal karena kondisi alam dan kontur tanahnya. Body kopi tidak terlalu kental, dan tidak meninggalkan rasa asam sama sekali. Cocok diminum sore dan malam hari karena jenis kopi robusta tidak sekuat arabika, jadi tidak menganggu jam tidur. Kecuali anda ingin begadang, ya beda lagi ceritanya…

Bagi masyarakat Solok, selain nikmat, kopi ini memiliki banyak kenangan karena sudah berdiri bertahun-tahun dan hingga kini masih mempertahan cara-cara tradisional dalam proses roasting sehingga rasa khasnya tidak berubah. Kopi Asnel Cap Gelas Tangkai masih menggunakan manual brewing agar ketajaman rasa kopi dan karakteristik dari kopi muncul. Jika terbiasa menyeduh dengan alat pembuat kopi, maka terasa sekali kekhasan dan nikmatnya kopi Asnel Cap Gelas Tangkai.

Bagi Coffee Lovers yang lagi kangen kampung halaman, wajib coba kopi dari kampuang nan jauah di mato iko!

KOPI INDONESIA HEBAT!

Indonesia memiliki sejarah panjang dan menarik tentang kopi. Sejak beberapa abad lalu kopi telah ikut mewarnai sejarah bangsa Indonesia. Dimulai dari masa penjajahan, pergolakan hingga mengawal perjuangan dan kebangkitan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan.

Awal mula kopi masuk ke Indonesia dibawa oleh Belanda pada tahun 1696. Kopi jenis Arabika ini dibawa dari India untuk dibudidayakan di pulau Jawa. Setelah menakhlukkan berbagai kendala alam, kopi dengan cepat menyebar ke berbagai daerah di seluruh Indonesia dan mengalami sukses besar. Tak lama kemudian dikembangkan pula kopi jenis liberika dan robusta yang akhirnya berhasil membawa Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

Iklim tropis dan jenis tanah di Indonesia sangat cocok untuk perkebunan kopi. Topografi, suhu, ketinggian, dan kondisi tanah yang menjadi syarat keunggulan kopi semuanya dimiliki oleh Indonesia. Kita patut berbangga dan bersyukur dengan kondisi alam ini, dan tugas kita kini adalah mengembangkan potensi kopi di Indonesia, menjaga perkebunan yang sudah ada, dan mempromosikan kopi Indonesia ke dalam dan luarnegri.

Kenapa kopi penting dilestarikan?

Apa hanya karena rasa suka saja? Tentu tidak! Kopi adalah bagian dari sejarah dan identitas bangsa Indonesia. Berbagai peristiwa di masa lalu menjadikan kopi memiliki nilai historis yang tinggi. Minum kopi juga sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Siapa yang tak kenal kopi Aceh? Gayo, Toraja, hingga kopi Papua yang nikmat? Setiap daerah di Indonesia memiliki kopi khas dengan jenis, aroma, rasa, dan karakter yang berbeda-beda.

Tetapi, tahukah anda dibalik nikmat secangkir kopi ada darah dan pengorbanan yang mengiringinya?

Salah satunya adalah sejarah kopi di Sumatera Barat pada jaman Hindia Belanda yang pada akhirnya memicu sebuah pemberontakan besar tahun 1908. Ratusan orang meninggal, tak kurang dari 400 orang tentara Belanda pun ikut menjadi korban dalam penberontakan pajak di Sumatera Barat. Semua ini terjadi akibat diberhentikannya budidaya paksa kopi oleh masyarakat Sumatera Barat karena saat itu hasilnya mulai berkurang, dan harganya membumbung tinggi dengan pajak yang besar. Kopi sendiri merupakan salah satu hasil bumi Indonesia yang menjadi andalan Belanda di masa itu.

Penghentian budidaya paksa kopi tentunya memberikan dampak yang signifikan terhadap perdagangan Belanda.

Masyarakat Sumatera Barat sejak jaman dulu terkenal berpikiran demokratis, kritis, tidak suka dijajah dan kukuh dalam memegang prinsip. Pergolakan demi pergolakan terjadi, baik lewat pemikiran dan tindakan demi mempertahankan harkat dan martabat sebagai orang Minang.

Sekilas informasi ini dapat memberi gambaran bagaimana kopi merupakan kekayaan alam Indonesia yang telah memiliki pengaruh besar dari jaman pra kemerdekaan hingga kini. Setelah Indonesia merdeka seluruh perkebunan kopi telah di nasionalisasi dan kini di tangan masyarakat Indonesia kopi mulai bangkit dan menembus pasar Internasional dengan di ekspornya beragam jenis kopi ke berbagai negara di dunia. Kita patut mengapresiasi dan bangga dengan kopi Indonesia!

A Little Story of My Life (Bagian 1 – Verdict)

“Apa yang anda pikirkan jika divonis dokter akan lumpuh dan cacat seumur hidup?”

Rumah Sakit Pondok Indah 2003. Saya duduk di kursi roda, tak sanggup lagi melangkah, apalagi berjalan jauh… Dokter mengatakan, jika tidak operasi saat itu juga maka kaki saya akan lumpuh dan cacat seumur hidup. Operasi juga tidak menjamin saya dapat berjalan kembali, hanya mukjizat Tuhan yang dapat menolong saya. Kabar ini begitu tiba-tiba… Vonis datang begitu cepat di hari yang sama saat saya melakukan check up. Selama ini saya merasa hanya pegal-pegal di bagian kaki saja hingga lama-kelamaan jadi sulit digerakkan. Ternyata ada masalah dengan tulang di bagian punggung.

Kaget, seketika airmata saya bercucuran dan tak berani membayangkan masa depan di atas kursi roda. Pilihannya hanya satu, harus segera mengambil keputusan, apapun resiko setelahnya. Kemudian saya dan keluarga sepakat menunda sehari untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Dalam keadaan tak bisa berjalan dan berada di atas kursi roda adalah saat yang sangat menyedihkan… Disitu saya berpikir bahwa uang dan segalanya tidak berarti apa-apa jika kita tidak bisa menikmatinya. Saya berjanji, jika sembuh dan bisa berjalan kembali, saya akan pergi kemana pun saya ingin… Mengunjungi tempat-tempat terindah di dunia ini…

Keesokan harinya, sekitar jam 6 sore saya masuk kamar operasi untuk operasi besar di bagian punggung dan memotong sebagian tulangnya. Operasi menggunakan teknologi canggih tersebut berlangsung cukup lama dan menyisakan jahitan di punggung bagian belakang. Saya yakin semua akan baik-baik saja karena seluruh rangkaian operasi dipantau langsung lewat komputer, termasuk ketika bagian punggung dibedah menggunakan alat yang mirip semacam bor agar tidak terlalu besar jahitan di bagian punggung.

Saya tersadar jam 3 pagi dengan kaki yang masih kaku. Dokter mengatakan selama 3 bulan saya harus bed rest dan menggunakan korset besi untuk menyatukan kembali tulang bagian punggung tersebut.

Hal yang paling membahagiakan adalah ketika saya dapat menggerakkan jari-jari kaki saya. Artinya, operasi berhasil dan saya akan dapat berjalan kembali… Betul-betul bahagia! Tuhan sangat baik pada saya… Sejak itu, setiap ada kesempatan saya pergi kemana pun saya suka… Hidup hanya sekali, harus dinikmati dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya…

Tak terbayangkan jika dulu kaki saya lumpuh dan cacat selamanya… Walaupun mampu, tapi tak dapat pergi kemana pun, bukan?

Pelajaran moralnya adalah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, atau bahkan dalam hitungan detik ke depan. Begitu pula saya yang biasanya aktif, tiba-tiba tidak bisa berjalan, dan divonis akan lumpuh seumur hidup. Dunia rasanya seperti kiamat jika saja itu terjadi… Banyak yang belum saya lakukan, banyak penyesalan belum pergi kesana kemari…

Jika hari ini kita sehat, bersyukurlah dan jaga kesehatan itu baik-baik… Orang yang belum mengalami terkadang tidak fokus pada dirinya sendiri, dan justru sibuk nyinyir mengurus hidup orang lain yang tidak ada manfaat bagi dirinya. Sebelum menyesal, jaga kesehatan, nikmati hidup ini, keep positive and you’ll be happy!

Berkunjung Ke Villa Ephrussi De Rothschild di St. Jean Cap Ferrat, Perancis Selatan

Liburan musim semi tahun 2016 lalu saya lewatkan di beberapa kota di Italy, Monaco Monte Carlo, dan di Perancis Selatan, yaitu ke Nice, St. Tropez, St. Jean Cap Ferrat, Beau Lieu Sur Mer, dan Eze Village.
Salah satu tempat terindah yang saya datangi pada tanggal 24 May 2016 adalah Villa et Jardin Ephrussi de Rothschild di St. Jean Cap Ferrat, Perancis Selatan.
Villa Ephrussi de Rothschild terletak diatas ketinggian sebuah bukit dengan pemandangan spektakuler laut Mediterania yang berada di sekelilingnya dengan akses langsung ke pantai.

Pemandangan laut dari dalam Villa


Pemandangan dari bawah Villa

Villa milik Béatrice Ephrussi de Rothschild ini dibangun pada tahun 1907 hingga tahun 1912, dan terkenal karena mempunyai salah satu taman yang terindah di dunia.

Taman di Villa Ephrussi de Rothschild

Ada 9 taman di area Villa dengan berbagai tema berbeda. Yaitu Jardin Espagnol, Jardin Florentin, Roseraie atau Rose Garden, Jardin Japonaise, Jardin Lapidaire, Jardin Exotique, Jardin Provençal, Jardin à la Français dan Jardin de Sèvres.
Semua taman sangat indah, bercita rasa seni dan berselera tinggi. Favorit saya adalah Roseraie atau Rose Garden, sebuah taman mawar cantik yang menghadap ke laut Mediterania.

Villa Ephrussi de Rothschild bukan tempat untuk menginap, dan bisa didatangi oleh siapa saja. Bahkan Villa ini sering disewakan untuk acara-acara gala, party, high fashion show seperti, misalnya Bulgari dan acara pesta pernikahan.
Jika anda menyukai bunga dan keindahan, tempat ini sangat menyenangkan bukan?
Setiba di pintu utama, setelah membayar tiket masuk, pengunjung akan diarahkan untuk memutari taman-taman yang berada di sekeliling Villa.
Ada banyak jalan yang bercabang untuk menelusuri taman, tinggal mengikuti sesuai taman yang diminati atau mendatangi taman satu persatu.

Taman pertama yang saya masuki adalah Jardin Espagnola atau Spanish Garden. Mata langsung disuguhi pemandangan khas Taman Spanyol di pavilliun terbuka dengan penggunaan unsur air di berbagai tempat sebagai penghias taman hingga membuat udara panas menjadi sejuk seketika. Sungguh mengesankan…

Jardin Espagnola

Kemudian saya melanjutkan menuju taman berikutnya, yaitu Jardin Florentin. Taman berdesain Italia ini sangat cantik, dilengkapi dengan tangga melingkar di sekeliling tempat duduk yang dihiasi dengan pot bunga dan air mancur di kolam yang berhadapan langsung dengan laut. Benar-benar menakjubkan!

Jardin Florentin


Pemandangan laut dari Jardin Florentin

Disini saya sempat duduk sebentar sambil beristirahat, dan tentu saja tak melewatkan sesi berfoto foto di taman.
Semilir angin laut bertiup lembut di tengah panasnya cuaca. Tak mengapa, tempat ini terlalu indah untuk dilewatkan…


Menikmati pemandangan laut yang menawan

Dari Jardin Florentin saya langsung mengambil jalan lurus menuju ke Roseraie atau Rose Garden. Sebuah taman yang dipenuhi bunga mawar dengan beragam jenis dan berbagai warna. Sesaat saya terpaku, sungguh luarbiasa cantiknya…

Roseraie

Hamparan ribuan mawar berjejer indah disepanjang lereng bukit dengan pemandangan laut dibawahnya… Wangi bunga mawar memenuhi udara saat melangkah di taman yang sangat indah dan luas ini. Rasanya tak ingin beranjak dari tempat ini… Saya rasa tak seorang pun dapat menolak disuguhkan pemandangan sehebat ini…

Roseraie

Roseraie

Roseraie

Roseraie

Dipuncak bukit, tepat berada diatas Taman Mawar, berdiri sebuah kuil cinta yang dalam bahasa Perancis disebut Temple de l’Amour. Kuil cinta yang merupakan replika Trianon di Istana Versailles.
Kuil ini sangat romantis karena banyak pasangan mendeklarasikan cintanya disini.

Temple de l’Amour

Lokasi kuil cinta yang berada di puncak bukit ini juga berhadapan langsung dengan Villa Ephrussi de Rothschild. Dan diantara kuil dan Villa, terdapat sebuah kolam dengan air mancur yang dapat menari mengikuti irama musik klasik yang terdengar di seluruh penjuru taman.

Selain itu terdapat air terjun kecil yang mengalir dari bawah kuil cinta mengisi kolam-kolam sekaligus menjadi penyejuk bagi udara siang yang panas. Betul-betul heaven on earth!
Sebelum menuju ke Villa utama, saya memutari bagian sisi lain bukit untuk melihat laut dengan pemandangan yang berbeda. Pemandangan laut dari sisi sebelah Villa tak kalah indahnya… Spektakuler karena langsung menghadap ke laut lepas dengan kapal pesiar dan yacht yang menghiasi lautan biru.


Pemandangan dari atas villa


Pemandangan laut dari sekeliling villa

Panorama alam seperti ini mungkin yang membuat harga tanah di St. Jean Cap Ferrat termasuk salah satu dari 3 tempat yang termahal di dunia, dengan harga tanah 100 ribu Euro permeter persegi, dan bahkan bisa naik lebih tinggi lagi jika lokasinya strategis.
Banyak nama-nama terkenal memiliki villa indah di St. Jean Cap Ferrat karena pemandangannya yang fantastis dan tentunya mempunyai prestige tersendiri.


Taman Bunga di Villa Ephrussi de Rothschild

Hari sangat panas, dan lanscape villa yang turun naik bukit dengan luas berhektar-hektar membuat saya memutuskan untuk skip saja menikmati beberapa taman, hanya sekedar berhenti sejenak untuk membuat beberapa foto sebagai kenangan.

 Salah satu taman di Villa Ephrussi de Rothschild


“I have seen the majestic beauty of nature and the overwhelming perfection of.”
-Cote de Pablo

Sebelum menuju ke Villa saya sempat istirahat sejenak di taman yang terletak tepat di bagian belakang Villa sambil menikmati bunga-bunga indah disekitarnya.


Taman dibagian belakang Villa

Puas berfoto saya kemudian menuju ke bagian dalam Villa Ephrussi de Rothschild yang mewah bergaya renaissance.

Pintu masuk ke Villa Ephrussi de Rothschild

Bagian dalam Villa saat ini sudah dibagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya, Museum, Boutique dan Salon de Thé.

Bagian pertama yang saya masuki adalah museumnya untuk melihat dekorasi dan koleksi benda seni bernilai tinggi dari great masters milik Béatrice Ephrussi de Rothschild, yang saat ini telah diberikan dan dikelola oleh Academie Des Beaux-Arts.

Bagian dalam Villa Ephrussi de Rothschild

Villa Ephrussi de Rothschild

Villa Ephrussi de Rothschild

Koleksi benda seni di Villa Ephrussi de Rothschild

Ruang tengah di Villa Ephrussi de Rothschild

Ruang tengah di Villa Ephrussi de Rothschild

Setelah mengelilingi seluruh bagian Villa yang indah, tentu saja saya tak melewatkan mampir minum kopi dan mencicipi es krim dan macaron lezat di Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild.

Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild

Kopi, Es Krim dan Macaron cantik di Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild

Pemandangan Laut dari jendela Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild


Teras Villa Ephrussi de Rothschild

Kunjungan saya ke Villa Ephrussi de Rothschild sungguh sangat spesial dan berkesan. Tempat yang luarbiasa indahnya di atas sebuah bukit yang dipenuhi bunga dan dikelilingi oleh laut di Perancis Selatan.
Saya berniat suatu hari nanti akan kembali kesini… C’est vraiment adorable place!

NB: Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang Sejarah dan informasi Villa Ephrussi de Rothschild, bisa klik link berikut:

http://www.villa-ephrussi.com

Video Youtube by Drone in Nice CN

https://youtu.be/99BxWnik7So

Pertanyaan, Saran dan Kritik yang membangun silahkan dikirim ke email saya:
rianapamuncak@gmail.com
Terimakasih sudah membaca!

Hat Lover

J’adore le chapeau!

Ya, saya sangat menyukai topi dan koleksi berbagai model topi. Semua koleksi saya masih tersimpan dengan rapi dan sering saya gunakan di berbagai kesempatan.

Selain sebagai asesoris, topi juga digunakan sebagai identitas dalam berbagai hal.

Aturan baku penggunaan topi yaitu dilarang digunakan di dalam ruangan. Tetapi, kini jaman sudah berubah, fungsi topi pun mengalami banyak perubahan sehingga topi menjadi lazim digunakan di dalam ruangan, terkecuali untuk acara resmi seperti rapat, gala dinner (malam), dsbnya.

Di beberapa acara resmi yang berada di dalam ruangan pun topi kini sering digunakan, tergantung dari model dan bahan topi tersebut. Bahkan ratu Inggris pun menggunakan topi dalam berbagai kesempatan di dalam ruangan.

So, let’s enjoy your life!

Printemps, Paris

Pusat perbelanjaan Printemps berada di boulevard Haussmann, jalan yang juga menjadi lokasi banyak butik terkenal lainnya. Bangunan yang didirikan pada tahun 1865 memiliki desain yang anggun dan indah. Terlihat lebih mencolok dibanding bangunan lain disekitarnya. Printemps terbagi atas empat bangunan dengan klasifikasi berbeda, yaitu le Printemps de la Mode, le Printemps de la Beauté et de la Maison, Printemps de l’Homme dan yang terbaru Le Printemps du Goût.
Hampir mirip dengan Galeries Lafayette, Printemps juga dipenuhi butik dan barang-barang berkualitas terbaik. Secara keseluruhan Printemps lebih glamour dan luks karena sangat selektif. Tempat ini hanya diisi dengan barang-barang bermerek sangat terkenal saja.

Lantai atas bangunan Printemps memiliki kubah yang sangat indah berhiaskan stained glass dengan warna-warni yang menawan. Sebuah bola lampu raksasa menyempurnakan kemewahan tempat tersebut. Dibawah kubah tersebut terdapat La Brasserie Printemps, sebuah tempat makan dan minum yang disediakan bagi pengunjung.

Pilihan lain terdapat di lantai bawah Printemps. Beberapa cafe dan restoran terkenal seperti café Pouchkine, terrasse Pouchkine, Ladurée, Cojean, dan Lina’s merupakan pilihan menarik untuk bersantai minum kopi sambil mencicipi makanan lain yang tak kalah lezatnya. Oiya, di bagian dalam Printemps juga banyak terdapat toko coklat yang sulit ditolak kenikmatannya lho!

Café Les Deux Magots, Paris

Café Les Deux Magots adalah salah satu dari tiga café prestisius yang paling berpengaruh di Perancis. Café lainnya adalah Café de Flore dan Café Le Procope. Ketiga café ini terletak di kawasan Saint Germain des Près, Paris.

Café bersejarah dan legendaris ini menjadi terkenal karena perannya sebagai tempat berkumpul para intelektual, politikus, sastrawan dan seniman. Di ketiga café ini mereka saling berdiskusi, bertukar informasi dan mencari ide hingga menghasilkan karya-karya yang terkenal hingga ke seluruh dunia.

Café Les Deux Magots

My Favorite Salad, Café Les Deux Magots

Kebiasaan masyarakat Perancis minum kopi di cafe masih berlangsung hingga kini, dan bahkan wisatawan yang datang pun mengikuti gaya hidup ala Perancis dengan duduk di teras cafe menikmati secangkir kopi sambil memesan makanan ringan seperti salad dan beragam jenis cake. Cafe di Perancis memang tidak menyediakan makanan berat, kecuali jika ada embel-embel restaurant atau bistro di cafe tersebut. 

Jika ingin berkunjung, terutama di musim liburan sebaiknya anda melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi café Les Deux Magots. Makanan yang lezat, suasana yang nyaman, serta pelayanan yang ramah dan cepat membuat café Les Deux Magots hingga kini dapat terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu café prestisius di Paris.