Romantisnya Pont Alexandre III Di Paris

Bukan Paris rasanya jika tak dikaitkan dengan keromantisan dan keindahan. Kota menawan ini memang memiliki sejuta pesona yang tak habis-habisnya diperbincangkan… Paris menjadi inspirasi banyak penulis, seniman dan intelektual. Entah sudah berapa film, video klip dan tulisan dibuat berlatarkan kota tercantik di dunia ini.

Pont Alexandre III

Salah satu yang sering menginspirasi adalah Pont Alexandre III. Jembatan yang terkenal karena keindahan dan kemewahannya… Pont Alexandre III bahkan masuk dalam 10 jembatan paling indah di dunia. Jembatan bergaya Beaux-Arts yang romantis ini juga menjadi lokasi favorit pembuatan foto prewedding dan tempat honeymoon pasangan yang sedang dilanda asmara…

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III dibangun sekitar tahun 1896-1900, desainnya dikerjakan oleh arsitek Joseph Cassien-Bernard dan Gaston Cousin. Nama Pont Alexandre III diambil dari nama Kaisar Rusia, Tsar Alexander III sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasinya yang telah mewujudkan hubungan aliansi antara Perancis dengan Rusia pada tahun 1892. Jembatan dengan model yang sama, bernama Trinity Bridge juga dibikin oleh arsitek Perancis di St. Petersburg, Rusia.

Pont Alexandre III

Saat ini Pont Alexandre III menjadi landmark kota Paris dan masuk ke dalam monumen bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah Perancis. Lokasi Pont Alexandre berada tak jauh dari Grand Palais, dan Invalides pada sisi yang lain. Anda dapat menyusuri jembatan sepanjang 160 meter ini dengan berjalan kaki sambil menikmati keromantisan dan keindahannya. 

BISTROT PONT ALEXANDRE III


Source: Google

Setelah menikmati keindahan Pont Alexandre III anda dapat mampir sejenak ke Bistrot Alexandre III yang lokasinya berada di sebuah boat di sisi sungai Seine. Tempat ini tak kalah romantisnya dari Pont Alexandre III. Bistrot yang menawarkan hidangan tradisional Perancis ini memiliki pemandangan spektakuler ke Pont Alexandre III dan sungai Seine sekaligus.

Desain bistrot bergaya modern minimalis dengan dominasi warna abu-abu. Meja dan kursinya menggunakan elemen baja, sedang di bagian sudutnya menggunakan sofa kulit berwarna abu-abu. Lantainya dari parket berwarna coklat. Begitu pula langit-langit bistrot yang dihias dengan ornamen kayu panjang berwarna sama. Suasana yang cozy namun romantis membuat pengunjung betah berada di bistrot ini. Hhhmm… Siapa yang tak ingin menikmati secangkir kopi dan sepiring salmon sambil menatap senja terindah di pinggir sungai Seine dengan latar Pont Alexandre III yang menawan…

Source: Bistrot Alexandre III

Source: LaFourchette.com

Kopi Marco @ Marco Padang Peranakan

Salah satu kopi favorit saya adalah Kopi Marco Padang Peranakan. Awalnya saya diajak oleh seorang sahabat untuk mencoba kopi ini, kemudian disarankan untuk memesan kopi susu panas. Setelah itu akhirnya malah jadi ketagihan. Kopi susu ini memang berbeda dari biasanya. Kopi susu panas Marco aromanya lembut, rasa manis dari susu mendominasi tapi tidak menghilangkan flavor kopi, dan bodynya kental. Berbeda dengan Café au lait atau coffee cream yang light dan lebih cair.

Saya bukan ahli kopi, hanya penggemar minuman kopi, jadi cara penilaian saya mungkin berbeda dari yang ahli. Tapi, bukan mustahil jika suatu saat nanti saya ingin belajar lebih serius tentang cara pembuatan kopi dan cupping. Sepertinya menarik ya!

Marco Padang Peranakan lokasinya di Grand Indonesia. Restoran dengan konsep modern ini cukup manarik, sayangnya karena berada di dalam mal jadi tidak ada teras dan ruang terbuka. Selain itu tempat duduk pengunjung terlihat dari luar, dan untuk duduk di bagian dalam harus reservasi dulu. Kebanyakan pengunjung yang datang memang untuk makan karena menu masakan Padang Peranakannya enak. Untuk makanannya saya suka iga bakar, gulai kambing, sate padang dan nasi Saiyo. Jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari masakan Padang biasa, restoran ini bisa jadi alternatif pilihan.