Berkunjung Ke Villa Ephrussi De Rothschild di St. Jean Cap Ferrat, Perancis Selatan

Liburan musim semi tahun 2016 lalu saya lewatkan di beberapa kota di Italy, Monaco Monte Carlo, dan di Perancis Selatan, yaitu ke Nice, St. Tropez, St. Jean Cap Ferrat, Beau Lieu Sur Mer, dan Eze Village.
Salah satu tempat terindah yang saya datangi pada tanggal 24 May 2016 adalah Villa et Jardin Ephrussi de Rothschild di St. Jean Cap Ferrat, Perancis Selatan.
Villa Ephrussi de Rothschild terletak diatas ketinggian sebuah bukit dengan pemandangan spektakuler laut Mediterania yang berada di sekelilingnya dengan akses langsung ke pantai.

Pemandangan laut dari dalam Villa


Pemandangan dari bawah Villa

Villa milik Béatrice Ephrussi de Rothschild ini dibangun pada tahun 1907 hingga tahun 1912, dan terkenal karena mempunyai salah satu taman yang terindah di dunia.

Taman di Villa Ephrussi de Rothschild

Ada 9 taman di area Villa dengan berbagai tema berbeda. Yaitu Jardin Espagnol, Jardin Florentin, Roseraie atau Rose Garden, Jardin Japonaise, Jardin Lapidaire, Jardin Exotique, Jardin Provençal, Jardin à la Français dan Jardin de Sèvres.
Semua taman sangat indah, bercita rasa seni dan berselera tinggi. Favorit saya adalah Roseraie atau Rose Garden, sebuah taman mawar cantik yang menghadap ke laut Mediterania.

Villa Ephrussi de Rothschild bukan tempat untuk menginap, dan bisa didatangi oleh siapa saja. Bahkan Villa ini sering disewakan untuk acara-acara gala, party, high fashion show seperti, misalnya Bulgari dan acara pesta pernikahan.
Jika anda menyukai bunga dan keindahan, tempat ini sangat menyenangkan bukan?
Setiba di pintu utama, setelah membayar tiket masuk, pengunjung akan diarahkan untuk memutari taman-taman yang berada di sekeliling Villa.
Ada banyak jalan yang bercabang untuk menelusuri taman, tinggal mengikuti sesuai taman yang diminati atau mendatangi taman satu persatu.

Taman pertama yang saya masuki adalah Jardin Espagnola atau Spanish Garden. Mata langsung disuguhi pemandangan khas Taman Spanyol di pavilliun terbuka dengan penggunaan unsur air di berbagai tempat sebagai penghias taman hingga membuat udara panas menjadi sejuk seketika. Sungguh mengesankan…

Jardin Espagnola

Kemudian saya melanjutkan menuju taman berikutnya, yaitu Jardin Florentin. Taman berdesain Italia ini sangat cantik, dilengkapi dengan tangga melingkar di sekeliling tempat duduk yang dihiasi dengan pot bunga dan air mancur di kolam yang berhadapan langsung dengan laut. Benar-benar menakjubkan!

Jardin Florentin


Pemandangan laut dari Jardin Florentin

Disini saya sempat duduk sebentar sambil beristirahat, dan tentu saja tak melewatkan sesi berfoto foto di taman.
Semilir angin laut bertiup lembut di tengah panasnya cuaca. Tak mengapa, tempat ini terlalu indah untuk dilewatkan…


Menikmati pemandangan laut yang menawan

Dari Jardin Florentin saya langsung mengambil jalan lurus menuju ke Roseraie atau Rose Garden. Sebuah taman yang dipenuhi bunga mawar dengan beragam jenis dan berbagai warna. Sesaat saya terpaku, sungguh luarbiasa cantiknya…

Roseraie

Hamparan ribuan mawar berjejer indah disepanjang lereng bukit dengan pemandangan laut dibawahnya… Wangi bunga mawar memenuhi udara saat melangkah di taman yang sangat indah dan luas ini. Rasanya tak ingin beranjak dari tempat ini… Saya rasa tak seorang pun dapat menolak disuguhkan pemandangan sehebat ini…

Roseraie

Roseraie

Roseraie

Roseraie

Dipuncak bukit, tepat berada diatas Taman Mawar, berdiri sebuah kuil cinta yang dalam bahasa Perancis disebut Temple de l’Amour. Kuil cinta yang merupakan replika Trianon di Istana Versailles.
Kuil ini sangat romantis karena banyak pasangan mendeklarasikan cintanya disini.

Temple de l’Amour

Lokasi kuil cinta yang berada di puncak bukit ini juga berhadapan langsung dengan Villa Ephrussi de Rothschild. Dan diantara kuil dan Villa, terdapat sebuah kolam dengan air mancur yang dapat menari mengikuti irama musik klasik yang terdengar di seluruh penjuru taman.

Selain itu terdapat air terjun kecil yang mengalir dari bawah kuil cinta mengisi kolam-kolam sekaligus menjadi penyejuk bagi udara siang yang panas. Betul-betul heaven on earth!
Sebelum menuju ke Villa utama, saya memutari bagian sisi lain bukit untuk melihat laut dengan pemandangan yang berbeda. Pemandangan laut dari sisi sebelah Villa tak kalah indahnya… Spektakuler karena langsung menghadap ke laut lepas dengan kapal pesiar dan yacht yang menghiasi lautan biru.


Pemandangan dari atas villa


Pemandangan laut dari sekeliling villa

Panorama alam seperti ini mungkin yang membuat harga tanah di St. Jean Cap Ferrat termasuk salah satu dari 3 tempat yang termahal di dunia, dengan harga tanah 100 ribu Euro permeter persegi, dan bahkan bisa naik lebih tinggi lagi jika lokasinya strategis.
Banyak nama-nama terkenal memiliki villa indah di St. Jean Cap Ferrat karena pemandangannya yang fantastis dan tentunya mempunyai prestige tersendiri.


Taman Bunga di Villa Ephrussi de Rothschild

Hari sangat panas, dan lanscape villa yang turun naik bukit dengan luas berhektar-hektar membuat saya memutuskan untuk skip saja menikmati beberapa taman, hanya sekedar berhenti sejenak untuk membuat beberapa foto sebagai kenangan.

 Salah satu taman di Villa Ephrussi de Rothschild


“I have seen the majestic beauty of nature and the overwhelming perfection of.”
-Cote de Pablo

Sebelum menuju ke Villa saya sempat istirahat sejenak di taman yang terletak tepat di bagian belakang Villa sambil menikmati bunga-bunga indah disekitarnya.


Taman dibagian belakang Villa

Puas berfoto saya kemudian menuju ke bagian dalam Villa Ephrussi de Rothschild yang mewah bergaya renaissance.

Pintu masuk ke Villa Ephrussi de Rothschild

Bagian dalam Villa saat ini sudah dibagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya, Museum, Boutique dan Salon de Thé.

Bagian pertama yang saya masuki adalah museumnya untuk melihat dekorasi dan koleksi benda seni bernilai tinggi dari great masters milik Béatrice Ephrussi de Rothschild, yang saat ini telah diberikan dan dikelola oleh Academie Des Beaux-Arts.

Bagian dalam Villa Ephrussi de Rothschild

Villa Ephrussi de Rothschild

Villa Ephrussi de Rothschild

Koleksi benda seni di Villa Ephrussi de Rothschild

Ruang tengah di Villa Ephrussi de Rothschild

Ruang tengah di Villa Ephrussi de Rothschild

Setelah mengelilingi seluruh bagian Villa yang indah, tentu saja saya tak melewatkan mampir minum kopi dan mencicipi es krim dan macaron lezat di Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild.

Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild

Kopi, Es Krim dan Macaron cantik di Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild

Pemandangan Laut dari jendela Salon de Thé Villa Ephrussi de Rothschild


Teras Villa Ephrussi de Rothschild

Kunjungan saya ke Villa Ephrussi de Rothschild sungguh sangat spesial dan berkesan. Tempat yang luarbiasa indahnya di atas sebuah bukit yang dipenuhi bunga dan dikelilingi oleh laut di Perancis Selatan.
Saya berniat suatu hari nanti akan kembali kesini… C’est vraiment adorable place!

NB: Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang Sejarah dan informasi Villa Ephrussi de Rothschild, bisa klik link berikut:

http://www.villa-ephrussi.com

Video Youtube by Drone in Nice CN

https://youtu.be/99BxWnik7So

Pertanyaan, Saran dan Kritik yang membangun silahkan dikirim ke email saya:
rianapamuncak@gmail.com
Terimakasih sudah membaca!

Café Le Hoche, Paris

Café Le Hoche

Perfect Espresso

Waiting for my coffee

Berada di Paris memang sangat menyenangkan… Apalagi bagi penggemar kopi… Deretan cafe memenuhi seluruh ruas-ruas jalan di Paris. Setiap cafe memiliki daya tarik dan ciri khas tersendiri… Favorit wisatawan tentu saja di Avenue des Champs Élysées, jalan paling terkenal di dunia. Ramainya pengunjung terkadang membuat antrian yang lama. Daripada membuang-buang waktu, alternatif lainnya kenapa tidak mencoba berbagai cafe cantik yang berada tak jauh dari Avenue des Champs Élysées?

Cafe menarik dan layak anda coba diantaranya adalah Café Le Hoche. Lokasinya di dekat Arc de Triomphe, monumen yang berada diujung Avenue des Champs Élysées. Arc de Triomphe dibagi atas 12 jalan terkenal yang masing-masing jalannya juga dipenuhi dengan cafe, restoran, butik, hotel dan apartemen mewah.

Salah satu jalan tersebut bernama Avenue Hoche. Jalan ini pada bagian ujungnya bertemu dengan jalan terkenal lainnya, yaitu Rue Faubourg Saint Honore. Jalan yang menjadi favorit para shopaholic sedunia. Café Le Hoche sendiri berada dipersimpangan Avenue Hoche dan Rue Faubourg Saint Honore, Paris.

Café cantik ini desainnya didominasi warna hitam putih sehingga semakin kelihatan elegan dan chic. Lokasinya yang strategis, karena juga berada di dekat Parc Monceau menjadikannya salah satu café favorit untuk disinggahi, baik oleh masyarakat lokal dan wisatawan yang datang dari seluruh dunia. Suasana Café Le Hoche sangat nyaman dan tidak terlalu ramai. Cocok buat menikmati sore yang indah di Paris sambil minum secangkir espresso yang nikmat.

Tunggu apalagi? Kalo ke Paris mampir ya guys…

Café Les Deux Magots, Paris

Café Les Deux Magots adalah salah satu dari tiga café prestisius yang paling berpengaruh di Perancis. Café lainnya adalah Café de Flore dan Café Le Procope. Ketiga café ini terletak di kawasan Saint Germain des Près, Paris.

Café bersejarah dan legendaris ini menjadi terkenal karena perannya sebagai tempat berkumpul para intelektual, politikus, sastrawan dan seniman. Di ketiga café ini mereka saling berdiskusi, bertukar informasi dan mencari ide hingga menghasilkan karya-karya yang terkenal hingga ke seluruh dunia.

Café Les Deux Magots

My Favorite Salad, Café Les Deux Magots

Kebiasaan masyarakat Perancis minum kopi di cafe masih berlangsung hingga kini, dan bahkan wisatawan yang datang pun mengikuti gaya hidup ala Perancis dengan duduk di teras cafe menikmati secangkir kopi sambil memesan makanan ringan seperti salad dan beragam jenis cake. Cafe di Perancis memang tidak menyediakan makanan berat, kecuali jika ada embel-embel restaurant atau bistro di cafe tersebut. 

Jika ingin berkunjung, terutama di musim liburan sebaiknya anda melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi café Les Deux Magots. Makanan yang lezat, suasana yang nyaman, serta pelayanan yang ramah dan cepat membuat café Les Deux Magots hingga kini dapat terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu café prestisius di Paris.

MAKEUP, SKINCARE, DAN PERLENGKAPAN YANG WAJIB DIBAWA SAAT TRAVELING

Traveling adalah saat yang menyenangkan. Kita memiliki kesempatan untuk mendatangi berbagai objek wisata indah dan membuat dokumentasi foto-foto yang menarik di tempat yang kita sukai. Nah, siapa sih yang tidak ingin tampil menarik saat difoto? Siapa sih yang tidak ingin kulitnya tetap terawat selama perjalanan? Dan yang paling utama tetap sehat, bugar dan berenergi, ya kan?

Yes! Biarpun lagi liburan harus tetap cantik dong! Salah satu penunjangnya adalah menggunakan makeup dan skincare yang tepat. Artinya, gunakan makeup dan skincare sesuai iklim dan cuaca tempat yang akan kita datangi. Misalnya, bawa pelembab yang kadar airnya tinggi pada saat cuaca dingin agar kulit tetap segar dan tidak kering. Begitu pula saat musim panas, kurangi kosmetik yang berbahan dasar minyak dan berglitter agar tidak terlalu mengkilat saat berada di ruang terbuka.

Ketika liburan musim panas bulan Juli 2015 di Spanyol saya pernah mengalami hal ini hingga berakibat fatal pada kulit, akibat memakai obat dokter yang tidak cocok dengan iklim di luarnegri yang sedang sangat panas. Akhirnya muka saya jadi merah dan mengelupas.

Selain tidak bagus difoto, rasanya juga tidak nyaman, malah bisa bikin bad mood seharian. Sayangkan kalau sudah begini… Liburan jadi terganggu dan tidak maksimal menikmatinya… Yaaa namanya juga perempuan, hal-hal sepele bisa jadi demikian berpengaruh.

Setiba di Paris, saya segera konsultasi, dan dianjurkan menggunakan scrub yang dapat mengembalikan kondisi kulit saya. Dan dalam 2 hari kulit saya langsung mulus luusss tanpa cela… Hahahhaa… Duhh legaaaa…

SKINCARE



Pertama dan paling penting dibawa saat traveling adalah moisturizer (pelembab muka). Moisturizer ini besar sekali pengaruhnya terhadap kulit kita selama dalam perjalanan. Perubahan cuaca perlu disiasati dengan menggunakan moisturizer yang tepat. Jenis kulit saya adalah dry skin (kering), jadi saya menggunakan moisturizer yang kadar airnya tinggi (hydratant). Pilihan saya menggunakan produk dari Clarins dan Estee Lauder, dan sudah 3 tahun terakhir ini sangat cocok dan aman untuk kulit saya. Walaupun terkadang memakai obat dari dokter kulit, tetapi setelah perawatan selesai saya kembali lagi menggunakan produk Clarins dan Estee Lauder.
Selain menggunakan pelembab, saya juga membawa body lotion, oil, sunblock, dan pembersih wajah seperti susu pembersih, face tonic, kapas, tissue basah dan sabun cuci muka. Semua saya usahakan membawa dalam botol kecil agar segera habis selama perjalanan dan dapat membeli produk baru di kota yang saya datangi.

Buat yang lain, dapat menggunakan produk yang cocok dengan kulitnya masing-masing. Setiap kulit berbeda jenis dan perawatannya. Apa yang cocok buat saya, belum tentu cocok bagi orang lain, begitu pula sebaliknya. Mahal dan murahnya sebuah produk bukan berarti produk tersebut cocok di muka kita. Jadi yang terpenting kulit tetap sehat dan terawat selama perjalanan.

MAKEUP

Yeaayyy… Ini produk favorit saya! Rasanya paling antusias menyiapkan peralatan makeup yang dibawa, memilih warna, dan touch up manja di perjalanan hahahaha… Ssssttttt… Tapi kamu juga kan? Hayooo ngakuuuu…

Makeup yang dibawa buat liburan tentunya lebih simple, dan saya usahakan membawa makeup yang wadahnya kecil agar tidak berat di perjalanan. Uhmmm… Selain itu saya mempunyai misi mulia membeli makeup baru yang lagi heiiiitttsss di kota tujuan… Setuju ngga sama saya? Setuju dooonggg yaa…yaa…yaa… hehhehe…

Yuuk kita bongkar makeup apa saja yang saya bawa selama traveling…

1. Foundation

Foundation memiliki banyak fungsi, diantaranya dapat menyempurnakan makeup dan membuat makeup tahan lama di wajah. Selain itu foundation juga memiliki manfaat sebagai pelindung kulit dari sinar matahari dan cuaca yang berubah-ubah, serta iklim perasaan yang juga terkadang bisa berubah-ubah… Hahahha yang terakhir becanda ya!
Foundation favorit saya selama traveling adalah foundation berjenis cair, ringan dan mudah pengaplikasiannya. Foundation ini juga harus tetap kelihatan bagus, dan pastinya harus terlihat keren difoto juga dong… Nah, saya biasanya membawa foundation merek YSL Touch Eclat karena kelihatan bagus di dunia nyata dan di dunia tidak nyata eehh… maksudnya di dalam foto-foto Instagram dan media sosial saya yang lainnya…😄😄

Oiya, walaupun memiliki beberapa merek cushion tapi ketika saya gunakan traveling saat winter sepertinya kurang cocok untuk kulit saya yang berjenis kering. Terakhir saya beli cushion YSL di Paris, dan di saat udara dingin bikin kulit jadi makin kering… Alasan ini yang membuat saya jarang menggunakan bedak. Biasanya saya memakai bedak hanya dibagian tertentu saja, atau untuk membaurkan warna blush on.

2. Concealer

Produk andalan banget nihh guys! Concealer sangat membantu menghilangkan kantung mata, dan agar mata tetap terlihat cerah serta kelihatan fresh selama traveling. Saya selalu membawa 2 warna concealer dari merek MAC. Pertama yang berwarna lebih gelap dari kulit saya, dan kedua yang berwarna sama atau lebih terang dari warna kulit saya.

Produk yang juga bagus saat traveling adalah concealer dari Revlon. Saya punya 2 warna yang nude dan medium light (nomer 002 dan 003). Sekali oles langsung kantung mata tersamarkan. Asikkan!

3. Bedak

Sehari-hari saya tidak memakai bedak, dan membawa bedak hanya untuk membaurkan blush on, daaaan bercermin! Hanya itulah fungsi bedak bagi saya yaa dear friends… Bedak yang saya bawa untuk traveling adalah Chanel Vitalumier yang kadar airnya paling tinggi tapi tetap kurang nampol buat kulit kering saya…

3. Pinsil Alis 

Saat traveling saya hanya membawa 1 pinsil alis berwarna coklat merek Sephora atau MAC. Saya membuat alis seadanya saja mengikuti model alis yang sudah disulam. Simple banget kan…

4. Eyeliner 



Ada tiga warna eyeliner yang selalu saya bawa, hitam, biru dan putih. Tiga warna ini pokoknya saya banget deh! Mau lagi trend atau engga, intinya udah ngga bisa ke lain hati lagiiii… *Lebay Dikit*
Eyeliner membuat mata terlihat lebih ekspresif dan penampilan wajah secara keseluruhan menjadi lebih cerah. Yups… Apapun kondisinya, eyeliner solusinya! 
Eyeliner hitam yang sering saya gunakan merek Maybelline (saya sampai beli 3 sekaligus). Saya suka karena warna hitamnya yang tajam banget, ngga luntur dan pengaplikasiannya sangat mudah. Poin pentingnya eyeliner Maybelline ini ngga luntur walaupun mata melirik kesana kemari beribu-ribu kali… Yaiyalaaah… Kan judulnya traveling masa ngga lihat apa-apa… 

Eyeliner warna biru biasanya saya aplikasikan di bagian bawah mata agar mata saya terlihat cerah dan segar. Selain itu, terkadang mata yang kurang tidur dan lelah di perjalanan seketika terlihat fresh dengan warna-warna cerah di bagian mata.
Alasan lainnya, jika menggunakan eyeliner warna hitam di bagian bawah mata, saya merasa jadi terlihat agak galak. Sedangkan kalau ngga pakai eyeliner jadi terlihat pucat. Akhirnya saya menggunakan warna-warna cerah atau eyeshadow warna coklat muda.
Eyeliner biru yang saya bawa untuk traveling dari merek Yves Rocher, atau merek lain yang biasanya sudah setengah pakai agar segera habis di perjalanan. Kebiasaan sering keselip dan kehilangan makeup saat traveling membuat saya ngga membawa semua yang high brand. Paling sering kececer biasanya pinsil alis, eyeliner dan lipliner hehhehe…

Eyeliner warna putih wajib saya gunakan setiap makeup. Penggunaan warna putih di bagian dalam mata bawah ini membuat wajah secara keseluruhan lebih fresh. Apalagi di foto… Ughhh mantap jiwa!

5. Eyeshadow

Setiap traveling saya hanya membawa 1 palette eyeshadow warna-warna netral, dan 1 eyeshadow warna gold. Merek eyeshadow favorit saya Chanel atau YSL. Kedua merek ini menempel dengan baik di kulit saya, tahan seharian, dan tetap terlihat bagus diaplikasikan di segala cuaca dan musim apapun. Top banget deh!

Oiya, sedikit bercerita aja nihhh… Saya ngga sebutin merek yaa hehehe… Ketika liburan kemaren saya membeli palette eyeshadow yang sedang hits banget di kalangan pecinta makeup… Tapi apa yang terjadiiiii… Baru sekali pakai, palette-nya jatuh dan eyeshadow-nya hancur berantakan… *sediiiihhhh* Sepertinya palette tersebut hanya menang nama dan promosi yang gencar dan gahar, tapi kualitasnya zero huhh!!

6. Mascara dan Eyelash

Saya lebih suka menggunakan mascara yang bukan waterproof karena lebih cepat menghapusnya setelah seharian jalan-jalan. Terkadang kalau jetlag, saking ngantuknya saya bisa langsung tidur tanpa menghapus makeup. Buat saya, yang penting mascara-nya bisa membuat bulu mata terlihat lebih panjang dan tebal saja.

Mascara yang saya bawa selama traveling dari merek Rimmel. Wadahnya yang catching jadi gampang terlihat jika saya sedang terburu-buru bermakeup.
Untuk eyelash saya lebih sering membeli di kota tujuan alias sering lupa bawa… Saya menggunakan eyelash sekaligus untuk mata bagian atas dan bawah agar terlihat lebih ekspresif ketika difoto yang akan menjadi dokumentasi perjalanan saya. Terkadang saya tambah lagi mascara diatas eyelash biar semakin membahana sampai keluar galaksi bimasakti, gitu lho guys…

7. Blush On

Saya paling suka blush on warna pink. Membuat wajah saya jadi merona manja gitu yaa kaaaaannn…

Blush on yang sering saya bawa saat traveling dari brand MAC. Saya suka karena wadahnya simple dan tahan banting di segala kondisi. Apalagi MAC  memiliki banyak warna blush on cantik… Semua warnanya suka!

8. Lipstik dan Lipgloss

Ini dia produk favorit yang ngga mungkin terlupakan dan wajib banget saya bawa kemana pun saya pergi…
Ngga kebayang deh kalau benda satu ini terlupakan… Bisa kiamat dunia persilatan tante! Hahhah!

Lipstik favorit saya yaitu Chanel berwarna merah muda dan agak glossy. Sedangkan untuk lipgloss-nya saya menggunakan Chanel warna yang sama. Saya menggunakan jenis glossy karena kulit dan bibir saya jenisnya kering sehingga lipstik jenis matte membuat bibir saya terlihat semakin kering. Lagipula saya juga kurang suka jika bibir saya terlihat matte kecuali untuk di foto, atau situasi tertentu yang waktunya tidak lama. Setelah itu buru-buru saya tambahkan lipgloss lagi.  
Saat traveling saya jarang sekali bawa lipliner. Biasanya saya membeli lipliner di kota tujuan, dan kemudian langsung digunakan. Entah kenapa saya sering kehilangan lipliner di perjalanan, jadi saya ngga terlalu terobsesi dengan memiliki berbagai warna lipliner. Ujung-ujungnya nanti tercecer juga…

PERLENGKAPAN TRAVELING YANG JUGA WAJIB DIBAWA


1. Vitamin C

Selama traveling setiap hari saya mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi 1000 mg agar selalu sehat dan penuh energi. Saya ngga bisa membayangkan jika traveling sendirian dari pagi sampai malam tanpa minum vitamin C, bisa-bisa seminggu udah drop… Cuaca yang berubah-ubah, landscape yang naik turun, atau bahkan terkadang harus jalan kaki mengitari istana yang sangat luas… Misalnya seperti saat saya berada di Maroko. Luas istananya berhektar-hektar, dan saya harus memutari seluruhnya baru bisa tiba di pintu keluar. Dan semua saya jalani di tengah panas 42 derajat celcius! Duhh! Pengen pingsan tapi ntar malu-maluin hahahaaa…

Semua bisa berjalan dengan baik karena saya ngga pernah lupa minum vitamin C 1000 mg selama liburan guys! Tapiiii… setelah liburan saya langsung stop karena juga tidak baik jika vitamis dosis tinggi dikonsumsi secara terus menerus.

2. Parfum

A woman’s perfume tells more about her than her handwriting.

-Christian Dior-

Setuju banget dengan pendapat Christian Dior di atas… Parfum bagi saya secara tidak langsung menunjukkan karakter seseorang. Dengan mencium wanginya saja orang dapat menebak karakter penggunanya. Itu sebabnya saya sering menggunakan parfum yang sama terus menerus walaupun saya juga mengkoleksi berbagai jenis parfum. Setiap bepergian biasanya saya akan membeli kembali parfum-parfum kesukaan saya ini. Dari semua parfum, favorit saya adalah Mademoiselle Chanel, dan parfum ini selalu setia ikut kemana pun saya pergi. Desain botolnya yang simple juga memudahkan saya saat dibawa traveling. 

3. Eyewear



Saya bisa bad mood jika traveling tanpa kacamata hitam. Selain berfungsi melindungi mata dari sinar matahari, kacamata hitam juga membuat penmpilan jadi lebih stylish. Makanya saya sering pake kacamata hitam dalam ruangan hehhehe… Eiitsss ada yang lupa guys! Kacamata hitam juga bisa jadi penangkal tatapan-tatapan genit para brondong, sekaligus emak-emak tukang nyinyir yang suka sirik ituuuhhhh… hihihi…


4. Softlens




Setiap bepergian kemana pun saya selalu menggunakan softlens sebagai pengganti kacamata karena mata saya minus 0,75. Yaaa…ngga lucu dong kalo judulnya traveling tapi pandangan kabur alias ngga jelas karena mata yang minus… Soooo softlens jadi benda wajib juga yang harus selalu saya gunakan.

5. Topi

Topi bisa membuat tampilan jadi stylish dan fashionable dalam sekejab. Baju yang simple sekali pun langsung terlihat modis ketika ditambah dengan topi. Jadi jangan ragu gunakan topi ya guys! Yang penting percaya diri dan be yourself! Yakin bahwa kamu keren, dan dunia akan melihat kamu juga keren… Okaaayyyy…

6. Wig

Omaigaaaad!! Don’t hate me because I am beautiful! Boleh aja dong pakai wig selama liburan, biar selalu terlihat rapi tanpa perlu banyak buang waktu meluruskan dan blow rambut. Jika kamu senang mengerjakannya sih tidak masalah, tapi saya paling ngga betah ngeblow rambut, belum lagi makeup, dan menyiapkan ini itu… Jadi saya pilih yang simple dan langsung terlihat keren dooonggg aahhh…

7. Scarf dan Shawl


Awalnya scarf dan shawl dibuat sebagai penghangat leher ketika cuaca sedang dingin atau berangin. Tetapi seiring perkembangan fashion, scarf dan shawl juga berfungsi sebagai aksesoris yang akan menambah chic dan stylish penampilan… Kini siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, semua orang dapat menggunakan scarf dan shawl sebagai aksesoris. Ya, dengan menambahkan scarf atau shawl maka pemakainya seketika terlihat lebih fashionable!
Ketika traveling saya juga selalu menggunakan scarf dan shawl koleksi saya. Kebetulan saya mengkoleksi berbagai scarf dan shawl dengan berbagai model, dari yang etnik, unik hingga stylish. 

8. Accessories

Riana Rara Kalsum wears top, skirt, accessories from Chanel Boutique

Aksesori merupakan salah satu faktor penunjang utama agar penampilan tetap modis dan keren. Entah itu kalung, gelang, anting dan beragam aksesori lainnya. Baju yang modelnya simple dapat menjadi luarbiasa keren dengan tambahan aksesori yang tepat. Jadi tunggu apalagi? Gunakan koleksi aksesorimu saat traveling ya guys!

Dear beautiful friends… Intinya saat traveling, nikmatilah perjalanan tersebut… Bersenang-senanglah… Lakukan hal-hal yang membuat hari kamu bahagia… Jangan takut bereksperimen dengan makeup dan style yang kamu suka dan betul-betul ingin mencobanya! Sekali lagi, yang penting tetap percaya diri dan jadi diri sendiri… Berani bersikap berbeda dari yang biasa-biasa saja itu dapat terlihat super keren! Percayalah ada banyak orang tulus yang akan lebih menghargai kita dengan sikap tersebut, guys! 

Sekian dulu tulisan saya tentang makeup, skincare, dan perlengkapan saat traveling. Semoga bermanfaat, dan ikut happy membacanya yaa… Saya senggaja menulis dengan gaya yang fun sebagai rasa kangen pembaca (ge-er) yang sudah lama menantikan tulisan baru saya di Blog ini (makin ge-er) 😄😄🤣🤣🤣

Okay guys… Smile, have fun and enjoy life! xoxo

LIBURAN KE LUZERN, SWISS

Bulan Maret 2017 saya kembali berlibur ke Swiss (Switzerland), salah satu destinasi liburan favorit saya di Eropa. Panorama alamnya yang memukau membuat saya jatuh hati dan selalu ingin kembali kesana… Diantara kota yang saya datangi di Swiss kemaren, keindahan Luzern (Lucerne) begitu menarik perhatian… 

Kota Luzern memiliki danau cantik di pusat kotanya. Disekeliling danau dipenuhi bangunan-bangunan abad pertengahan yang masih terawat dengan baik. Sedang di kejauhan tampak berjejer gunung salju yang tinggi menjulang. Sungguh fantastis!
Lokasi kota Luzern berada pada posisi yang strategis, yaitu di bagian tengah Swiss, sehingga mudah dicapai dari kota-kota yang berada disekitarnya. Saya sendiri saat itu datang dari Basel, sebuah kota di Swiss yang berbatasan dengan Jerman. Hanya perlu waktu sekitar 1 jam menggunakan kereta dari Basel ke Luzern. Pembelian tiket kereta dapat dilakukan online, atau lewat mesin-mesin elektronik yang banyak tersedia di stasiun kereta. Semua serba cepat, modern dan jadwalnya tepat waktu. Setelah mendapat tiket, saya tinggal mencari kereta menuju ke Luzern, lalu langsung masuk tanpa ada pemeriksaan tiket. Beberapa saat kemudian, sekitar 15 menit setelah kereta berjalan baru petugas datang untuk memeriksa tiket. 

Pemandangan di perjalanan

Pemandangan di perjalanan

Sepanjang perjalanan ke Luzern saya disuguhi pemandangan indah… Mata seperti dimanjakan oleh hijaunya padang rumput, bunga-bunga indah, pepohonan nan rimbun, danau-danau berair jernih, dan rumah penduduk yang nyaman dengan halaman luas di alam terbuka. Saya merasa bersyukur dan beruntung, setidaknya diberi kesempatan untuk menikmati karunia Tuhan yang luarbiasa ini…
Tak terasa sudah satu jam berlalu, kereta yang membawa saya pun berhenti di Luzern. Tak sabar dan antusias bercampur menjadi satu… Begitu banyak yang ingin saya explore dalam kunjungan singkat sehari di Luzern.

Stasiun Kereta di Luzern

Dengan perasaan bahagia saya berjalan keluar stasiun. Cuaca pagi ini cerah, walaupun masih musim dingin. Langit berwarna biru terang dengan sinar matahari yang hangat… What a beautiful day! Saya begitu menikmati hari yang indah… Berjalan, berfoto, berjalan, berfoto, dan begitu terus sepanjang hari… hehehee…

A little tranquil lake is more significant to my life than any big city in the world

-Munia Khan-



Birunya air laut langsung terlihat di depan stasiun kereta… pemandangannya sangat indah… Rasanya tak ingin mengedipkan mata barang sedetik pun… Ya, saya sangat menyukai alam dan bangunan bersejarah yang bersatu dalam kealamian. Bangunan-bangunan abad pertengahan terlihat cantik sekaligus kokoh berdiri ratusan tahun di pinggir danau Luzern.

Danau Luzern

Danau Luzern

Danau Luzern

Saya kemudian berjalan ke arah jembatan untuk menuju pusat kota. Di sepanjang jembatan panorama Luzern terlihat sempurna… Sebuah kesempurnaan dalam keindahan alam… Dikejauhan deretan gunung salju tampak begitu menawan…
Dan begitu memandang kebawah jembatan, air danau Luzern seperti menyihir setiap mata yang memandang. Tampak beberapa ekor angsa putih berenang di air yang jernih. Cantik sekali… Kontras dengan warna biru danau dan cahaya sinar matahari yang memantul dan berpendar keemasan…

Beberapa kapal berlayar di danau Luzern yang tenang. Latar belakangnya bangunan-bangunan tua yang indah, membuat saya tak berhenti membidikkan kamera di sepanjang jembatan yang saya lalui.

Pemandangan dari Jembatan Danau Luzern

Pemandangan dari Jembatan Danau Luzern

Danau Luzern

Setiba di pusat kota Luzern saya berinisiatif untuk beristirahat sejenak di sebuah cafe. Saat itu agak sulit mencari cafe yang kosong. Semua teras cafe yang berada di pinggir danau dipenuhi pengunjung. Akhirnya setelah berjalan-jalan sebentar saya dapat juga sebuah meja kosong. Secangkir kopi panas menjadi pilihan saya siang itu… Perlahan saya menyeruput kopi sambil menikmati sepotong cake yang lezat… Rasanya menyenangkan sekali minum kopi dengan latar belakang panorama alam yang spektakuler… 

Tiba-tiba seorang pria berpenampilan perlente dengan setelan jas yang duduk di meja sebelah saya menyapa dengan sopan, menanyakan saya berasal dari mana. Pria ini terkesan baik dan tampaknya beretika, sehingga saya menjawab dengan sopan pula bahwa saya berasal dari Indonesia. Wajahnya terlihat kaget karena mengira saya berasal dari ras Kaukasia. Pernyataan ini sudah sangat sering saya dengar, jadi saya pun menanggapinya biasa saja… Walaupun kadang saya berpikir entah apa yang membuat sebagian orang berpendapat begitu… Di Eropa yang sudah maju ini, ras dan warna kulit terkadang masih juga ditanya dan diperdebatkan.

Beliau lalu mengatakan bahwa saya memiliki mata yang sangat indah, dan minta izin untuk membuat foto wajah saya… (ini juga sudah sangat sangat sering saya dengar 🙄) Saya kemudian mengizinkannya mengambil foto saya close up dari depan dan dari samping.
Pria ini bercerita bahwa dirinya adalah seorang pelukis dan sedang mengadakan exposition di Luzern. Selama kami berbincang-bincang, beberapa warga asli Swiss terlihat menyapa dan menyalami pria ini. Kebetulan saya juga menyukai lukisan, terutama aliran naturalisme dan romantisme. Jadi perbincangan saat itu nyambung juga… Menyenangkan sekali berdiskusi banyak hal tentang berbagai aliran lukisan dan pelukis-pelukis terkenal. Membahas lukisan-lukisan Rembrand hingga Picasso… Walaupun Picasso bukan favorit saya, tapi saya cukup mengenal karya-karyanya. Beliau juga menyatakan menghargai pengetahuan saya karena tidak banyak orang yang dapat memberikan pendapatnya tentang berbagai jenis aliran lukisan, jika tidak betul-betul tertarik terhadap seni lukis.

Yang membuat saya terkejut, beliau ternyata adalah pelukis beraliran surealisme… Saya diperlihatkan foto-foto lukisan dan dirinya dalam sebuah exposition. Ya, tentu saja saya menghargai berbagai karya seni dengan beragam alirannya… Walaupun menurut saya pribadi, aliran surealisme ini bertentangan dengan logika. Sebuah aliran perlawanan dalam seni lukis… Sejujurnya surealisme agak sulit dimengerti, dan saya kurang paham makna-makna yang tersirat dalam lukisannya… Tapi itulah seni, setiap seniman bebas mengekspresikan imajinasinya. Tak sedikit pula orang yang mengapresiasinya karyanya. Buktinya hingga hari ini beliau dapat bertahan, dan hasil karyanya dipamerkan dalam berbagai expotition. Sebuah pencapaian luarbiasa dalam bidang seni… Di titik ini saya kagum dan berpikir bahwa apapun pilihan kita, jika dilakoni dengan sungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil yang gemilang.

Sebelum pamit meneruskan perjalanan, saya diberi kenang-kenangan sebuah sketsa yang dibuat beliau berikut signature namanya. Sketsa tersebut bergambar mata yang berada dalam sebuah kubis. Saya pun mengucapkan banyak terimakasih atas diskusi yang menarik siang ini.

Musée de l’Art Lucerne


Luzern

Hari mulai beranjak siang. Saya memutuskan masuk ke jalan-jalan kecil disekitar danau. Ternyata isinya deretan butik-butik mewah yang menjual berbagai merek jam tangan, perhiasan, dan pakaian dari desainer ternama. Restoran dan cafe-cafe ikut memenuhi area pedestrian tersebut. Pengunjung yang berjalan-jalan disini pun tak kalah ramainya, bahkan agak terlalu padat sehingga saya merasa kurang nyaman. Keramaian membuat saya kurang bisa menikmati esensi dari tempat yang saya datangi. Akhirnya saya memilih keluar dan kembali ke pinggir danau Luzern dengan terlebih dahulu makan siang disebuah restoran.

Danau Luzern yang berwarna biru jamrud memang memiliki magnet tersendiri, pesonanya membuat saya betah berlama-lama… Luzern bukan danau yang dipinggirnya ada villa-villa seperti di Lake Como, Garda atau Maggiore Italia, tapi sebuah kota yang memiliki danau di dalamnya! Justru inilah yang menjadi daya tarik Luzern… So pack your bags dan segera datang kesini ya guys!

INI KOPI PRAGUE!

Kota Prague dipenuhi bangunan-bangunan bergaya arsitektur periode gothic dan renaissance. Bahkan hingga ke setiap sudut kotanya begitu mempesona… Berada di Prague rasanya seperti sedang berada dalam sebuah museum besar. Kemana pun kaki saya melangkah, sering terhenti karena ingin mengabadikannya dalam foto dan menyimpannya sebagai kenangan…

Sebagai kota bersejarah, Prague didatangi banyak wisatawan dari berbagai negara. Old Town Square yang terkenal menjadi favorit pengunjung dan tak pernah terlihat sepi… Apalagi di Prague Astronomical Clock, butuh kesabaran saat mengantri saking banyaknya pengunjung yang ingin berfoto di depan jam besar tersebut.

Di Town Square juga dijual berbagai souvenirs khas Ceko yang dapat dibeli sebagai kenang-kenangan dan dijadikan oleh-oleh. Bentuknya sangat unik dan menarik. Ada jam kayu berukir Prague Astronomical Clock, boneka dengan baju tradisional Ceko, berbagai model asesoris dengan batu-batu cantik, kristal, botol parfum dengan hiasan kristal, tempelan kulkas, gantungan kunci dan masih banyak lagi.

Asesoris dengan model yang unik di Old Town Square

Toko Kristal di Old Town Square

Setelah belanja souvenirs, jangan lewatkan mampir ke cafe-cafe dan kios makanan khas Ceko. Saya sangat menyukai kue, roti dan cakenya. Hampir semuanya bercita rasa manis dengan sedikit tambahan kayu manis sehingga wanginya sudah tercium dari jauh… Siapa coba yang tidak tergoda?

Roti khas Ceko

Pemandangan senja paling romantis berada di Charles Bridge… Jembatan yang membelah kota Prague ini disepanjang sisi kiri dan kanannya dipenuhi patung-patung bergaya arsitektur periode baroque. Lampu-lampu cantik yang berderet disepanjang jembatan semakin menambah romantis suasana… Dikedua ujung jembatan tampak berdiri dengan megah dua menara tinggi bergaya gothic.

Charles Bridge

Charles Bridge

Charles Bridge berada di atas sungai Vltava. Dipinggir sungai ada tempat indah untuk menikmati makanan dan minuman dengan pemandangan menakjubkan ke sungai Vltava dan Prague Castel. Namanya Marina Grosseto Ristorante. Jika menyukai suasana romantis, restaurant ini adalah pilihan tepat untuk didatangi.

Marina Grosseto Ristorante

Marina Grosseto Ristorante

Tentu saja saya tak melupakan acara ngopi-ngopi cantik… Cafe-cafe di Prague selalu penuh dengan pengunjung. Walaupun jenis kopinya tidak banyak, tapi minum kopi di disini mengasikkan sekali… Banyak cafe dengan latar belakang panorama indah. Kebayang kan serunya? Duhh jadi kangen ingin balik lagi hehehe…

Salah satu tempat minum kopi dengan pemandangan spektakuler berada di Prague Castel. Diatas ketinggian puncak bukit kita bisa minum kopi sambil menikmati berbagai macam pangganan khas Ceko.

Prague Castel

Minum Kopi di Prague Castel

Suasana semakin nyaman karena di sekeliling Prague Castel terdapat taman-taman indah dengan pohon-pohon rindang di sisi bukitnya. Coffee lovers harus kesini karena kalimat saya rasanya tak pernah cukup untuk menceritakan keindahannya…

Cafe paling terkenal di Prague adalah Cafe Imperial. Menurut sejarahnya, cafe dengan interior bergaya Art Deco ini dibangun pada akhir abad ke 19. Cafe ini mempunyai ciri khas hiasan mosaic yang memenuhi bagian dalam cafe. Selain menyajikan kopi, cafe ini juga menyajikan berbagai jenis masakan Ceko.
Pilihan cafe-cafe populer lainnya di Prague adalah Cafe Ebel, Chocoffee, Tricafe, Muj Salek Kavy, Cafe Lounge, Cafe Louvre, Cafe-Cafe, Cafe Creperie Pod Vezie, dan Choco Cafe U Cervene Zidle.

Keistimewaan di Prague adalah minum kopi plus disuguhi panorama indah bangunan-bangunan bergaya gothic dan renaissance. Kita serasa berada di abad 14 dan 15, lalu meloncat ke abad 18 periode keemasan baroque. Berpindah-pindah dimensi menjadi bagian sejarah hingga tiba di abad 21 saat memandang Dancing House yang kontemporer. Ini yang membuat ngopi di Prague tak terlupakan!

Jadi, judul tulisan saya; “Ini Kopi Prague!” adalah kopi plus panorama fantastis yang tidak akan ditemui di tempat lain. Betul-betul berbeda!
Prague mempunyai kesan mendalam bagi saya… Masyarakatnya baik hati walaupun tidak ramah. Mereka memang tidak suka basa basi, dan ekspresinya serius. Saya sempat mengobrol dengan orang-orang di Prague, dan ternyata mereka menyenangkan…

Dalam sebuah kasus saya memang pernah mengalami kejadian tidak enak karena tertipu supir taxi, tetapi itu mungkin karena lagi sial saja. Setelah kejadian tersebut, dimana pun berada saya semakin hati-hati agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Romantisnya Pont Alexandre III Di Paris

Bukan Paris rasanya jika tak dikaitkan dengan keromantisan dan keindahan. Kota menawan ini memang memiliki sejuta pesona yang tak habis-habisnya diperbincangkan… Paris menjadi inspirasi banyak penulis, seniman dan intelektual. Entah sudah berapa film, video klip dan tulisan dibuat berlatarkan kota tercantik di dunia ini.

Pont Alexandre III

Salah satu yang sering menginspirasi adalah Pont Alexandre III. Jembatan yang terkenal karena keindahan dan kemewahannya… Pont Alexandre III bahkan masuk dalam 10 jembatan paling indah di dunia. Jembatan bergaya Beaux-Arts yang romantis ini juga menjadi lokasi favorit pembuatan foto prewedding dan tempat honeymoon pasangan yang sedang dilanda asmara…

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III

Pont Alexandre III dibangun sekitar tahun 1896-1900, desainnya dikerjakan oleh arsitek Joseph Cassien-Bernard dan Gaston Cousin. Nama Pont Alexandre III diambil dari nama Kaisar Rusia, Tsar Alexander III sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasinya yang telah mewujudkan hubungan aliansi antara Perancis dengan Rusia pada tahun 1892. Jembatan dengan model yang sama, bernama Trinity Bridge juga dibikin oleh arsitek Perancis di St. Petersburg, Rusia.

Pont Alexandre III

Saat ini Pont Alexandre III menjadi landmark kota Paris dan masuk ke dalam monumen bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah Perancis. Lokasi Pont Alexandre berada tak jauh dari Grand Palais, dan Invalides pada sisi yang lain. Anda dapat menyusuri jembatan sepanjang 160 meter ini dengan berjalan kaki sambil menikmati keromantisan dan keindahannya. 

BISTROT PONT ALEXANDRE III


Source: Google

Setelah menikmati keindahan Pont Alexandre III anda dapat mampir sejenak ke Bistrot Alexandre III yang lokasinya berada di sebuah boat di sisi sungai Seine. Tempat ini tak kalah romantisnya dari Pont Alexandre III. Bistrot yang menawarkan hidangan tradisional Perancis ini memiliki pemandangan spektakuler ke Pont Alexandre III dan sungai Seine sekaligus.

Desain bistrot bergaya modern minimalis dengan dominasi warna abu-abu. Meja dan kursinya menggunakan elemen baja, sedang di bagian sudutnya menggunakan sofa kulit berwarna abu-abu. Lantainya dari parket berwarna coklat. Begitu pula langit-langit bistrot yang dihias dengan ornamen kayu panjang berwarna sama. Suasana yang cozy namun romantis membuat pengunjung betah berada di bistrot ini. Hhhmm… Siapa yang tak ingin menikmati secangkir kopi dan sepiring salmon sambil menatap senja terindah di pinggir sungai Seine dengan latar Pont Alexandre III yang menawan…

Source: Bistrot Alexandre III

Source: LaFourchette.com