Bar Madonnina, Milan

Bar Madonnina lokasinya berada tepat di belakang Duomo, gereja paling terkenal di Milan. Letaknya yang strategis membuat Bar Madonnina selalu ramai dipenuhi pengunjung. Dari Bar Madoninna pengunjung dapat melihat langsung Duomo dan jalan yang dipenuhi oleh toko-toko dan gallery. Favorit saya duduk diterasnya karena bisa sekalian cuci mata hehehe…

Bar Madoninna lebih mirip sebuah restoran dibanding bar yang ada di Indonesia. Sebutan Bar di Italia untuk nama lain tempat minum kopi. Disini selain kopi dan cake juga disajikan beragam kuliner khas Italia. Untuk kopi tak perlu khawatir karena hampir semua bar, cafe dan restoran di Italia menyajikan kopi yang nikmat dan dibuat oleh barista pilihan. Kopi favorit saya jenis cappucinno, dan saya sering memesannya disetiap waktu walau di Italia tak lazim meminum cappuccino setelah jam 10 pagi. Namanya juga suka…gimana dong? Hehehe… Sesekali ada juga yang melihat dengan pandangan heran kalau saya pesan cappuccino pada sore hari, tapi cappuccino di Italia rasanya juara dan sayang untuk dilewatkan! 

Coffee Time

Minum kopi sambil baca buku adalah dua hal yang sangat menyenangkan. Coffee lovers dapat melakukannya dimana saja, di rumah, di cafe, dan bahkan di perjalanan sambil killing time. Entah sudah berapa buku saya selesaikan sambil minum kopi favorit, membuat rasa suka saya terhadap kopi kian hari kian bertambah. 
Biasanya saya minum kopi dengan tambahan krem, atau kopi susu di pagi hari, siangnya minum espresso atau black coffee, dan malamnya kembali minum kopi dengan krem atau kopi susu. Ada yang kurang lengkap jika tak ada buku di dekat saya saat minum kopi untuk waktu yang cukup lama. Beruntung saat ini dimana-mana ada toko buku, tapi kalau sedang di rumah saya lebih sering membeli buku secara online. 

Buku yang bagus menurut saya adalah buku yang memberi informasi, mencerahkan, membuka pikiran, dan pembaca dapat mengambil pelajaran dari buku yang dibacanya. Tentu saja sesekali tidak apa-apa kita membaca buku lainnya sebagai hiburan atau selingan saja. Yang penting jangan malas membaca ya! 

Benedict Coffeebar

Ketika berada di Grand Indonesia saya berkesempatan minum kopi di Benedict Coffeebar. Coffeebar berkonsep minimalis ini mempunyai beragam varian kopi premium dari daerah-daerah di Indonesia yang diolah menjadi aneka jenis minuman kopi. Sebagai orang Indonesia saya ikut bangga karena negara kita adalah salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia dan juga penghasil kopi berkualitas terbaik yang sudah diakui oleh negara-negara lain.

Saya memesan Coconut Latte di Benedict Cofffebar. Kopi dengan taburan dehydrated coconut dan gula melaka syrup ini sungguh sangat nikmat… Diracik ala Indonesia membuat kopi ini mempunyai cita rasa luarbiasa. Aroma harum dari campuran kopi, susu, dehydrated coconut, dan sirup gula melaka begitu menggoda selera. Flavor kopinya memang agak hilang karena ada tambahan dehydrated coconut dan sirup gula melaka, tapi ini yang justru menjadikan Coconut Latte unik.

Sebagai penggemar kopi saya senang sekali dapat mencoba beragam jenis kopi dengan berbagai rasa dan keunikannya. Begitu pula dengan cafe-cafe yang saya kunjunginya, semua mempunyai ciri khas masing-masing dan meninggalkan kesan dengan keberagaman jenis suguhan kopinya.

Kopi Marco @ Marco Padang Peranakan

Salah satu kopi favorit saya adalah Kopi Marco Padang Peranakan. Awalnya saya diajak oleh seorang sahabat untuk mencoba kopi ini, kemudian disarankan untuk memesan kopi susu panas. Setelah itu akhirnya malah jadi ketagihan. Kopi susu ini memang berbeda dari biasanya. Kopi susu panas Marco aromanya lembut, rasa manis dari susu mendominasi tapi tidak menghilangkan flavor kopi, dan bodynya kental. Berbeda dengan Café au lait atau coffee cream yang light dan lebih cair.

Saya bukan ahli kopi, hanya penggemar minuman kopi, jadi cara penilaian saya mungkin berbeda dari yang ahli. Tapi, bukan mustahil jika suatu saat nanti saya ingin belajar lebih serius tentang cara pembuatan kopi dan cupping. Sepertinya menarik ya!

Marco Padang Peranakan lokasinya di Grand Indonesia. Restoran dengan konsep modern ini cukup manarik, sayangnya karena berada di dalam mal jadi tidak ada teras dan ruang terbuka. Selain itu tempat duduk pengunjung terlihat dari luar, dan untuk duduk di bagian dalam harus reservasi dulu. Kebanyakan pengunjung yang datang memang untuk makan karena menu masakan Padang Peranakannya enak. Untuk makanannya saya suka iga bakar, gulai kambing, sate padang dan nasi Saiyo. Jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari masakan Padang biasa, restoran ini bisa jadi alternatif pilihan.


Serunya Ngopi di Spanyol

Pengen ngopi dengan suasana berbeda? Yups! Spanyol tempatnya ngopi-ngopi seruuu… Hits banget!! Di Spanyol deretan cafe dan restaurant selalu ramai dengan pengunjung. Dari pengunjung lokal hingga turis mancanegara rela mengantri panjang buat duduk di cafe favorit. Hebatnya semua happy!! Ambiance di Spanyol selalu hidup dan ceria… Masyarakatnya juga sangat welcome terhadap turis-turis yang datang ke negara mereka.

Cafe yang berada di Spanyol, berbeda dengan cafe di negara Eropa lainnya yang justru masih didominasi suasana aristokrat, konservatif, klasik, elegant, bahkan ada yang sangat classy dan ekslusif. Dimana para pengunjungnya pun sangat menjaga etiket dalam segala hal, termasuk table manner dan kesopanan. Diskusi sambil ngopi pun tetap dilakukan dalam suasana penuh tata krama dan ekspresi yang serius dan kaku, jarang terdengar suara nyaring, apalagi tertawa-tawa karena bisa dipelototi oleh orang kanan kiri dan pelayan restaurant. Etiket di meja makan tersebut terus digunakan termasuk dalam keseharian.
Tapiiii…lupakan semua itu di Spanyol!! Disini semahal apapun cafe dan restaurant, suasananya tetap ceria dan pengunjung bisa bebas ngobrol asik dan tertawa lepas tanpa terlihat aneh.

Saat di Barcelona tentu saja saya tak melewatkan kesempatan menjajal tempat ngopi yang hits dan keren… Keren dalam ukuran Spanyol itu yang ramai lho yaa… Hehehee… Satu lagi…ada banyak tersedia makanan unik yang berbeda dari tempat lainnya… Jadi harus dicoba!

Pasteleria Escriba

Pasteleria Escriba yang terkenal terletak di La Rambla, dan disini minuman kopinya enak sekali… Ada banyak cake dan coklat dengan bentuk yang cantik dan menarik. Bikin gemes, dan rasanya ngga tega mau dimakan saking cantiknya… Dari coklat model bibir sampai model dadu juga ada.

Di cafe sekeren ini musiknya kenceng banget, dan suara pengunjung yang ngobrol dan tertawa seakan-akan balapan sama suara musiknya. Untung saya dapat meja di sisi jendela, jadi bisa berfoto tanpa latar belakang pengunjung dengan berbagai rupa ekspresi dan para pelayannya yang ikutan ramai lalu lalang. Saya yang terbiasa dengan iklim cafe yang tenang dan serius, jadi perlu sedikit waktu untuk beradaptasi dengan suasana hura-hura ala Spanyol.

Kalau anda melihat foto saya mungkin akan berpikir ini adalah cafe yang kalem dan romantis… Yaa itulah sebabnya kenapa kita tidak bisa menilai sesuatu dari luarnya saja, tanpa ikut mengalami kejadian yang sesungguhnya… Yaa…kaan?? Hehhehee…
Saat berada di Eropa saya sering memesan Cafe Viennois kegemaran saya di manapun saya berada. Kopi dengan whipping cream diatasnya ini merupakan kopi Khas Vienna, Austria.

Tapi jangan salah, Spanyol juga punya kopi khas yang tak kalah nikmatnya dan terkenal ke seluruh dunia. Namanya Café Cortado, Café Con Leche, Carajillo, Café Solo dan Café Bombón yang berasal dari wilayah Valencia. Sedangkan kopi lainnya hanya namanya saja yang berbeda penyebutannya di Spanyol.
Café Cortado adalah campuran kopi espresso dengan susu hangat, perbandingan komposisinya 1:1. Jadi buat yang punya penyakit maag atau tidak kuat minum kopi espresso ini bisa dijadikan pilihan.

Carajillo atau Cigaló adalah kopi dalam cangkir kecil yang dicampur dengan minuman beralkohol seperti Bailey’s atau Rum.
Café Con Leche terdiri dari Kopi Espresso yang dicampur dengan susu panas dan disajikan dalam cangkir kecil.
Sedangkan Café Bombon punya rasa yang sangat manis, karena campuran dari espresso dan susu kental manis. Saya pribadi kurang menyukai kopi yang terlalu manis karena biasanya sambil makan cake yang rasanya juga manis. Jadi, saya skip minum Café Bombon yang menurut penyuka kopi ini rasanya sangat nikmat.
Bagi pecinta kopi espresso, di Spanyol disebut Café Solo, dan biasanya disajikan dalam cangkir kecil.

Kebiasaan masyarakat Spanyol minum Café solo dilakukan pada siang hari, bukan pagi hari seperti umumnya di Eropa.
Di Barcelona banyak sekali cafe yang menarik. Berjejer di sepanjang La Rambla sampai di jalan yang prestisius di Passeig de Gracia, seperti Café del Sol dan Virreina.

Pilihan lainnya adalah cafe di sekitar Placa Catalunya, Eixample dan Diagonal.
Jika menyukai suasana laut bisa memilih cafe dan restaurant di sekitar pantai dan Port Vell, atau di teras cafe Mall Maremagnum, dan pilihan cafe menarik lainnya di Barceloneta.

Di daerah El Gotico juga banyak cafe yang menyajikan kopi khas Spanyol dengan mutu terbaik, seperti Cafè Bon Mercat, Salterio, Mesón del Cafè dan Cafè de l’Acadèmia.
Yang tak kalah spektakuler tentu cafe dengan pemandangan Sagrada Familia dan Parc Guell. Saya pun tak melewatkan mampir untuk ngopi sambil makan cake lezat di sebuah cafe dengan latar belakang Sagrada Familia.


  
Kalau untuk makanan saya akui kuliner khas Spanyol sangat lezat, apalagi masakannya dipenuhi aneka rempah dan bumbu-bumbu, cocok dengan lidah orang Asia. Berbagai pilihan menu seafood, paella, tapas, dan masih banyak jenis makanan lainnya yang enak-enak membuat saya rasanya ingin balik lagi ke Spanyol saking lezatnya!

Restaurant yang menyediakan makanan khas Spanyol antara lain, Via 70 di La Rambla, Casa Calvet, Alkimia, La Flauta, Samsara, El Glop, Casa Leopoldo, Can Solé, Can Ramonet, Set Portes, dan La Cova Fumada.

Semua makanannya enak, apalagi seafood yang bahannya selalu segar dan berkualitas tinggi.

Pilihan menarik lainnya menonton tarian Flamenco khas Spanyol sambil makan dan minum kopi di restaurant Tablao Cordobes yang terletak di La Rambla, Barcelona. Biasanya tarian ini dimulai dari sore hingga malam hari. Suasananya riuh dan ramai sekali, belum lagi antrian masuk restaurant yang panjang. Benar-benar uji nyali banget deh! Tapi semua terbayar dengan pengalaman yang sungguh mengesankan… 
Alternatif lainnya, jika tak ingin mengantri panjang bisa reservasi tempat melalui website: 
http://flamenco-barcelona.es

Selain cafe dan kopi, yang tak kalah unik di Spanyol adalah cangkir kopi dengan beraneka model dan motif. Saya membeli beberapa cangkir dengan motif mosaic khas Gaudi, seniman Spanyol yang terkenal sebagai kenang-kenangan.


Cangkir unik motif mosaic Gaudi

Desain cafe di Spanyol tak kalah bagusnya, dari yang klasik, art deco hingga yang unik dan modern. Beberapa cafe terinspirasi dari karya seniman Antonio Gaudi yang terkenal.

Desain ini dapat dilihat di Barcelona, Madrid, Valencia dan Malaga yang terkenal karena memiliki cafe terbanyak di dunia.
Saat berada di kota Valencia saya pun menyempatkan diri mampir untuk minum kopi dan memotret cafe berdesain cantik yang menarik perhatian saya.

Kopi dan kultur saling berkaitan erat dan berbeda-beda di setiap tempat serta mempunyai daya tarik sendiri-sendiri. Bagi saya semuanya mempunyai kesan mendalam dan memperkaya wawasan saya tentang kopi dan Café yang saya kunjungi.

Kopi Gayo @ Kopi Gayo Kopitiam

Kopi Gayo Aceh merupakan salah satu kopi terbaik di Indonesia. Kopi berjenis arabica ini juga terkenal hingga ke seluruh dunia. Saya menyukai kopi ini karena aromanya yang harum, nikmat, kental, dan tidak meninggalkan rasa pahit ketika disesap. Kopi Gayo Aceh yang saya minum adalah medium roasted, dan mempunyai rasa yang kuat.

Selain itu suasana cafenya pun nyaman, bersih dan para karyawannya sangat ramah menjelaskan detail kopi Gayo yang disajikan.

Travelista ~ Liburan Ke Maroko

My dream come true! 

Buku pertama saya yang berjudul Travelista Liburan di Maroko akhirnya keluar!!

Buku ini diterbitkan oleh Leutikaprio.
Pesan online di website: 

www.leutikaprio.com

http://www.leutikaprio.com/produk/110220/travelling/17011443/travelista_liburan_ke_maroko/16117906/riana_rara_kalsum

Hasil promo pertama dari buku ini untuk bagian saya seluruhnya akan disumbangkan pada Yayasan Perempuan.

Dan yang udah punya bukunya, nanti bisa ikut kuis2 karena akan ada hadiah2 menarik buat pemenangnya!